Pencarian

40 Anak Ikuti Program Didikan Subuh Al Quran Masjid Al Hakim

Hermizon: Anak-anak Harus Diberi Perhatian Lebih Terhadap Nilai-Nilai Islami

BENGKALIS – Sebanyak 40 anak menjadi peserta program Didikan Subuh Al Qur’an Masjid Al Hakim, Desa Sengoro yang dilaksanakan setiap pagi Ahad.

Program yang sudah dimulai sejak Desember 2017 ini baru di dilaunching hari ini, Ahad, 3 Maret 2019. Selain orang tua peserta, launching dihadiri Kepala Desa Senggoro Basrah dan pengurus Masjid Al Hakim.

Pengurus Masjid Al Hakim Hermizon mengatakan, Didikan Subuh Al Qur'an untuk meningkatkan nilai religius dan islami bagi anak. Yang terpenting sebagai sarana pembinaan dan menumbuhkembangkan ilmu agama kepada anak-anak sejak mereka usia dini.

“Anak-anak harus kita berikan perhatian ekstra (lebih) khususnya terhadap nilai-nilai Islam, kemajuan teknologi termasuk teknologi informasi ini luar biasa. Sejatinya teknologi itu baik namun menjadi negatif juga disalah gunakan. Untuk itu anak-anak sejak dini harus dibekali dengan nilai-nilai agama agar tahu mana yang hak dan mana yang bathil,” terangnya.

Hermizon menegaskan, Pengurus masjid Al Hakim berkomitmen terus melaksanakan program Didikan Subuh Al Qur'an, suntikan dana Rp7,2 juta pertahun diharapkan dapat membantu jalannya program Didikan Subuh.

“Program Ini tidak boleh berhenti dan harus kita upayakan untuk terus berlanjut. Berdasarkan hasil rapat pengurus, kami sepakat untuk memberikan Rp7,2 juta pertahun untuk operasional program ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak kita ketika mereka dewasa, ” harapnya.

Kepala Desa Senggoro Basrah turut memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi pengurus dan pembimbing, sejauh ini baru ada dua masjid yang menjalankan Didikan Subuh yakni Masjid Kuning dan Masjid Al-Hakim.

“Insya Allah, kami dari pemerintah desa akan memberi bantuan Rp4 juta, Jumlah yang sedikit itu semoga bisa menyokong jalannya program Didikan Subuh Al Qur'an, selain itu, Desa Senggoro juga telah memberikan bantuan untuk 23 orang guru ngaji Rp.200 ribu perbulan dan LPTQ desa Rp17 juta setahun,” ungkap Basrah.

Menurutnya didikan subuh menjadi benteng untuk anak anak setelah dewasa dari pengaruh negatif, pengaruh pergaulan bebas dan narkoba.

“Adanya didikan subuh menjadi benteng bagi anak-anak kita. Kepada orang tua yang belum menitipkan anaknya, kami berharap bisa diikutsertakan dalam Didikan Subuh ini,” imbaunya.

Pembina Didikan Subuh Al Qur’an Suhaidi mengungkapkan, Didikan Subuh Al Quran adalah sarana pendidikan keagamaan bertujuan untuk mengantarkan anak-anak Soleh dan Solehah, menanamkan nilai religius islami dan akidah anak sejak usia dini.

“Didikan Subuh Al Qur’an akan membantuk mental anak dan pendalaman agama Islam anak-anak lebih kuat. Bukan hanya untuk anak-anak, Didikan Subuh ini juga bisa diikuti kalanga remaja. Kalangan remaja bisa merajaah hafalan Qur’annya. Kepada orang tua peserta Didikan Subuh kami mohon saran dan masukan demi kemajuan didikan subuh di masjid Al hakim ini,” uangkapnya.

Usai resmi dilaunching, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Al Qur’an Wakaf dari Syamil Qur'an Bengkalis sebanyak 13 eksemplar kepada perwakilan peserta Didikan Subuh yang diserahkan Pembina, Pengurus dan Kepada Desa.#DISKOMINFOTIK  

Tim Redaksi