JAKARTA -- Bupati Amril Mukminin bersama Sekretaris Daerah H Bustami HY dan jajaran serta pihak STIE Syari'ah Bengkalis, Senin kemarin, 27 Agustus 2018, diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Sekjen Kemenag RI), H Nur Syam.
Kedatangan Bupati dan rombongan yang diterima di ruang rapat lantai II Kemenag RI, jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat.
Pertemuan dengan Nur Syam yang didampingi Kabag Ortala H Afrizal Zein itu dalam rangka memperjuangkan STIE Syari'ah Bengkalis menjadi sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kepada Bupati Bengkalis dan pihak STIE Syari'ah, Nur Syam mengatakan, Kemenag RI akan mendukung alih status perguruan tinggi yang berdiri 14 Oktober 2003 itu dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi PTN.
Namun sebelum itu, Nur Syam berharap, upaya penegerian STIE Syari'ah Bengkalis benar-benar dilakukan untuk meningkatkan akses dan perluasan pemerataan pendidikan.
"Bukan karena kondisinya yang tidak sehat. Sebab, selama ini banyak daerah yang ingin menyerahkan PTS ke Pemerintah Pusat (dinegerikan), karena tidak menguntungkan, tidak sehat. Sedangkan bila menguntungkan justru sebalik," papar Nur Syam di awal diskusi bersama Bupati Amril dan rombongan yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menjawab keraguan Sekjen, Ketua Yayasan Bangun Insani (YBI) yang menaungi STIE Syari'ah Bengkalis, H Muhammad Isa Selamat menjelaskan, bahwa saat ini kondisi perguruan singgi tersebut "sehat walafi'at, tidak sedang sakit".
Menurut Isa Selamat, salah satu dasar pengusulan perubahan alih status STIE Syari'ah dari PTS menjadi PTN tersebut disebabkan animo masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Bengkalis untuk memasukkan putra-putrinya ke PTN sangat tinggi.
"Selain itu, perubahan status ini dalam rangka untuk menguatkan pengembangan pendidikan tinggi di beranda terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi bukan karena kondisinya yang "sedang sakit"," papar Isa Selamat, seraya mengatakan saat ini peserta didik di STIE Syari'iah Bengkalis sebanyak 962 mahasiswa.
Sementara itu, Bupati Amril yang juga sangat mendukung penegerian tersebut, menegaskan siap melakukan penandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), jika STIE Syari'ah bisa berubah status dari PTS menjadi PTN.
"Apabila penegerian tersebut dapat dilakukan, Pemkab Bengkalis bersedia melakukan (menandatangani) nota kesepahaman atau MoU dengan Kemenag RI untuk mendukung STIE Syari'ah Bengkalis selama 5 tahun," tegas Bupati Amril.
Sesuai aspirasi wargana, mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini juga berharap, alih status dimaksud dapat dilakukan secepatnya.
"Semoga keinginan tersebut segera terwujud dan bisa menjadi kado istimewa dari Kemenag RI buat Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pada 2 Mei 2019 mendatang," harap Bupati Amril kepada Sekjen Kemenag RI. ##DISKOMINFOTIK.
