Pencarian

YKAN Lakukan Monev Berkala, Pastikan Restorasi Mangrove Kembung Luar Berjalan Optimal

BANTAN – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkomitmen melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) bersama masyarakat Desa Kembung Luar secara berkala.

Monitoring dan evaluasi ini dilaksanakan untuk melihat perkembangan kegiatan restorasi mangrove, mengevaluasi capaian yang telah dilakukan, serta mengidentifikasi berbagai kendala dan kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Kegiatan monev ini, diawali dengan presentasi disampaikan Ketua LPHD yang juga selaku Sekretaris Desa Kembung Luar Faizan, Selasa 15 September 2026, di gedung serbaguna Kantor Desa Kembung Luar.

Dalam pemaparannya, menjelaskan berbagai perkembangan kegiatan yang telah dilakukan LPHD bersama masyarakat, termasuk upaya pemulihan maupun perlindungan ekosistem mangrove di wilayah desa.

Selain itu, pihak LPHD juga telah melakukan pembibitan, pembuatan parit sekunder, penanaman dan pemeliharaan mangrove dengan melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Ia berharap dukungan, pendampingan, serta bimbingan dari semua pihak terus diberikan untuk memperkuat pelaksanaan program restorasi mangrove. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kegiatan yang telah berjalan dapat terus berkembang dan memberikan hasil yang maksimal.

“Yang tidak kalah penting, kami berharap pihak YKAN dapat terus memberikan support, pendampingan dan bimbingan kepada LPHD Desa Kembung Luar. Dengan adanya dukungan tersebut, kami optimis kegiatan restorasi mangrove dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,”tuturnya.

Faizan juga menjelaskan rekapitulasi hasil monitoring dan evaluasi, dimana saat ini LPHD telah melakukan normalisasi parit primer 2.259 meter dan pengadaan benih siap tanam blok 1.1 sebanyak 6.672 benih targetnya selesai dilakukan.

Kemudian kegiatan yang sedang dilakukan LPHD bersama kelompok masyarakat, pembuatan jalur bersih blok 4.1, dengan  luas kawasan 10.518,52 meter berjalan 90 persen dan pembuatan parit sekunder blok 6.1, dengan luas 1.363,72 meter telah berjalan 70 persen.

Sementara itu, Koordinator Kerjasama Riau YKAN Fadil Nandilah mengatakan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) restorasi mangrove perlu dilakukan secara berkala. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana capaian dan keberhasilan program yang telah dilaksanakan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala maupun kekurangan yang masih ditemukan di lapangan.

“Monitoring dan evaluasi ini penting dilakukan secara berkala untuk melihat capaian, keberhasilan maupun hal-hal yang belum berhasil dalam pelaksanaan restorasi mangrove. Dari hasil evaluasi tersebut, kita dapat menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan keberhasilan program ke depannya,”ujarnya.

Menurutnya, hasil monitoring dan evaluasi juga menjadi bahan penting dalam menyusun strategi dan tindak lanjut agar kegiatan perlindungan, pemulihan, konservasi, dan restorasi mangrove dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Fadil berharap kegiatan restorasi mangrove dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat diharapkan dapat semakin diperkuat sehingga kawasan mangrove yang telah direstorasi dapat terjaga dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selanjutnya, Kepala Desa Kembung Luar Jamaludin, berharap pihak Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dapat terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada LPHD serta masyarakat Desa Kembung Luar. Dukungan tersebut dinilai sangat penting agar program perlindungan, pemulihan, konservasi, dan restorasi mangrove di desa tersebut dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.

“Kami berharap YKAN terus mensupport LPHD dan masyarakat Desa Kembung Luar sehingga upaya perlindungan, pemulihan, konservasi, dan restorasi mangrove dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,”harapannya.

Ia menambahkan, keberhasilan program restorasi mangrove tidak hanya berdampak pada terjaganya kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai peluang ekonomi yang muncul dari pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus tetap menikmati lingkungan yang sehat dan lestari.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, YKAN bersama LPHD Desa Kembung Luar diharapkan dapat memperkuat koordinasi, mengevaluasi hasil kegiatan, serta menyusun langkah-langkah tindak lanjut untuk mendukung keberhasilan restorasi mangrove di Desa Kembung Luar.

Di hari yang sama juga dilakukan diskusi dan audiensi antara pihak YKAN, Pemerintah Desa Kembung Luar dengan rombongan Crankstart Foundation Amerika Jesse Emiliano Hahnel, Global Mangrove Alliance/The Nature Conservancy Amerika Emily Charlotte Landis, GMA/TNC  Kanada Shruti Mittal dan Dhita Rachmadini (CLUA) Indonesia.

Sementara dari pihak YKAN turut mendampingi rombongan tersebut, Direktur Program Kelautan Indonesia-YKAN yang juga selaku Deputi Direktur Eksekutif-YKAN M. Ilman Direktur, Mariski Nirwan Senior Manager Program Ketahanan Pesisir YKAN dan Fadil Nandilah Koordinator Kerjasama Riau YKAN.

Kegiatan monitoring dan evaluasi, dilanjutkan dengan peninjauan kelapangan oleh Tim YKAN bersama LPHD Desa Kembung Luar turun langsung ke sejumlah blok kawasan restorasi mangrove di Desa Kembung Luar. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan serta perkembangan mangrove yang telah direstorasi.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian tim adalah pada blok kawasan hidrologi. Di lokasi tersebut, tim melakukan pengamatan terhadap kondisi kawasan, termasuk sistem tata air yang menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pemulihan ekosistem mangrove.

Hasil pengamatan di lapangan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi bagi YKAN bersama LPHD dan masyarakat untuk menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut yang diperlukan agar proses restorasi mangrove dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, tim YKAN lainnya bersama rombongan melakukan monitoring dan evaluasi dengan menyusuri aliran Sungai Kembung Luar menggunakan speedboat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan restorasi mangrove di lapangan.

Peninjauan ini juga bertujuan memastikan perkembangan dan capaian yang disampaikan dalam presentasi oleh LPHD Desa Kembung Luar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Tim melakukan pengamatan terhadap sejumlah kawasan restorasi, termasuk kondisi pertumbuhan mangrove serta lingkungan di sekitarnya.

Turut hadir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bengkalis diwakili Kepala Bidang PPKLH, Babinkamtibmas, Ketua BPD Kembung Luar, Ketua LPHD Kembung Baru, Ketua LPHD Teluk Pambang dan tamu undangan lainnya.#DISKOMINFOTIK.

Tim Redaksi