Pencarian

Monev di Desa Teluk Pampang, YKAN Dorong Masyarakat Pesisir Kembangkan Olahan Biota Mangrove

BANTAN – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Teluk Pampang bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut mendorong masyarakat pesisir untuk mengembangkan potensi biota mangrove menjadi produk olahan makanan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengevaluasi perkembangan program pengelolaan dan pemulihan ekosistem mangrove, sekaligus melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat secara berkelanjutan, Senin 14 September 2026, di Sekretariat LPHD Desa Teluk Pampang.

Dalam kegiatan Monev, YKAN bersama LPHD Desa Teluk Pampang mendorong masyarakat agar tidak hanya menjaga kelestarian kawasan mangrove, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia secara bijak. Salah satunya melalui pengembangan berbagai olahan makanan berbahan biota mangrove yang memiliki nilai ekonomi.

Pengembangan usaha melalui KUPS diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif berbasis potensi desa.

Dalam pemaparannya, Ketua LPHD Desa Teluk Pampang Indra Sukmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YKAN yang selama ini telah berkomitmen mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekosistem dan restorasi mangrove.

“Pendampingan dari YKAN sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mampu mengelola potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut Indra menambahkan, melalui kegiatan tersebut, pengelolaan mangrove diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan KUPS menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

"YKAN bersama LPHD Desa Teluk Pampang berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, serta pemanfaatan potensi mangrove secara berkelanjutan demi menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"ungkapnya.

Indra juga mengakui tanpa support YKAN kegiatan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang tidak akan terlaksana dengan baik seperti saat ini. Alhamdulillah berkat bimbingan YKAN, semangat untuk melakukan kegiatan perlindungan dan restorasi mangrove terus berlanjut hingga detik ini.

Sementara itu, Direktur Program Kelautan YKAN M. Ilman mengungkapkan rasa bangga sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Pampang yang selalu memberikan dukungan dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove.

Lebih lanjut ia katakan, tanpa terasa YKAN telah 5 tahun bersama masyarakat dan LPHD Desa Teluk Pampang melakukan bimbingan kegiatan perlindungan, konservasi, rehabilitasi dan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang.

Menurutnya, dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan upaya pemulihan ekosistem mangrove. Ia berharap kolaborasi antara YKAN, LPHD, dan masyarakat Desa Teluk Pampang dapat terus terjalin sehingga kegiatan restorasi mangrove memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Desa Teluk Pampang M. Ali B mengatakan, keberadaan dan pendampingan YKAN turut membawa dampak positif bagi desa. Desa Teluk Pampang kini semakin dikenal oleh masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Hal tersebut terlihat dari adanya kunjungan berbagai pihak dari luar daerah maupun mancanegara yang datang langsung ke Desa Teluk Pampang untuk melihat kegiatan restorasi mangrove yang dilaksanakan bersama YKAN dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).

“Kami sangat berterima kasih kepada YKAN yang telah mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat Desa Teluk Pampang. Kehadiran YKAN tidak hanya membantu dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove, tetapi juga membuat desa kami semakin dikenal hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Ali, kegiatan restorasi mangrove juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia berharap kerja sama dan pendampingan tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir di Desa Teluk Pampang.

Selanjutnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis diwakili Kepala Bidang PPKLH Sri Hartati 
menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Desa Teluk Pampang.

Menurutnya, kegiatan restorasi mangrove merupakan langkah positif dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ia berharap kegiatan yang dilakukan YKAN dan LPHD dapat terus berlanjut serta mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan kawasan mangrove tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Usaha Perhutan Sosial (KUPS) Srikandi Desa Teluk Pampang turut memperkenalkan produk uji coba pengolahan biota mangrove menjadi berbagai produk makanan. Kreativitas dan keterampilan para ibu-ibu dalam mengolah potensi yang tersedia di kawasan mangrove mendapat perhatian positif dari para tamu.

Ibu-ibu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Srikandi mendapat apresiasi dan pujian dari tamu mancanegara yakni, Jesse Emiliano Hahnel (Crankstart Foundation), Emily Charlotte Landis (Global Mangrove Alliance/The Nature Conservancy), ⁠Shruti Mittal (GMA/TNC), ⁠Dhita Rachmadini (CLUA) dan Mariski Nirwan ( Senior Manager Program Ketahanan Pesisir), yang langsung ikut mencicipi hasil olahan tersebut, juga memberikan acungan jempol.

Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi KUPS Srikandi Desa Teluk Pampang untuk terus mengembangkan berbagai inovasi pengolahan hasil mangrove menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mendukung upaya pelestarian ekosistem, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan Monev ini juga menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada para mitra internasional bahwa upaya restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi mangrove secara berkelanjutan.

Usai penyampaian persentasi tentang perkembangan dan perencanaan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan, di pengembangan budidaya kunang-kunang, kemudian dilanjutkan ke lokasi kegiatan restorasi mangrove dan terakhir rombongan bersilaturahmi kerumah warga suku asli yang merupakan penyuplai bahan dasar biota mangrove, yang diolah oleh ibu-ibu KUPS Srikandi Desa Teluk Pampang.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, dihadiri Ketua LPHD Desa Kembung Luar, Ketua LPHD Kembung Baru, ibu-ibu KUPS Srikandi dan anggota LPHD Desa Teluk Pampang dan Tim YKAN.#DISKOMINFOTIK.

Tim Redaksi