Pencarian

Mengenal Gamal Abdul Nasir Zakaria: Guru Besar di Universiti Brunei Darussalam asal Bengkalis

BENGKALIS - Gamal Abdul Nasir Zakaria adalah seorang dosen, penulis dan pendakwah berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang Guru Besar Pendidikan Islam dan bahasa Arab di Institut Pendidikan Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Universiti Brunei Darussalam yang berasal dari Bengkalis.

Gamal dilahirkan pada 22 Juni 1965 di kediaman orang tuanya Jalan Gerilya Desa Kelapapati Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, sebagai anak ketiga dan putra bungsu dari enam bersaudara pasangan Zakaria bin Muhammad Amin, seorang ulama, dan Siti Zainab binti Kimpal, seorang ibu rumah tangga.

Ia dinamai dengan nama Presiden Mesir yang kedua yakni Gamal Abdul Nasir, Gamal memiliki dua orang saudara laki-laki bernama Zulkarnain, seorang pegawai pertanian pemerintahan Provinsi Riau, dan Nukman Zakaria, seorang pensiunan pegawai Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian Kabupaten Bengkalis, dan tiga orang saudara perempuan bernama Rita Puspa, seorang pensiunan pegawai negeri sipil yang pernah menjabat sebagai wakil direktur bagian pelayanan di RSUD Bengkalis, Nida Suryani, seorang guru sains di SMP Al-Amin Bengkalis, dan Sri Purnama Zakaria, seorang guru bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Bengkalis.

Gamal  juga memiliki tiga orang saudara tiri laki-laki dari pihak ayah bernama Nashruddin, seorang pegawai di Kantor Departemen Agama Kabupaten Bengkalis, Azra’ie, seorang dosen di Universitas Islam Assyafiiyyah, dan Syakrani Zakaria, seorang pegawai Syahbandar Bengkalis, dan empat orang.

Saudara tiri perempuan bernama Aminah, seorang guru yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 2 Bengkalis, Zaharah, seorang politikus yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat II Bengkalis dari Fraksi Karya Pembangunan, Ulfah, seorang bidan di Rumah Sakit Umum Manado, dan Hanim Zakaria, seorang guru sekolah dasar di Pekanbaru, dari pernikahan pertama ayahnya dengan Mariah binti Ahmad.

Gamal memulai pendidikannya dengan bersekolah di SD Negeri 4 Bengkalis dari tahun 1971 hingga 1977 dan melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertama di MTs YPPI Bengkalis dari tahun 1978 hingga 1981. Ia juga menempuh pendidikan tambahan untuk mempelajari kitab kuning dan bahasa Arab di MDTA Mahbatul Ulum dengan diajari oleh ayahnya, Zakaria, dari tahun 1978 hingga 2000.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di MA YPPI Bengkalis dari tahun 1981 hingga 1984 dan menjabat sebagai Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Bengkalis dari tahun 1982 hingga 1984. Setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) di Institut Agama Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (IAIN Suska, sekarang Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) dengan menempuh program studi bahasa Arab dari tahun 1984 hingga 1988.

Selama berkuliah, Gamal menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Provinsi Riau dari tahun 1985 hingga 1987 dan menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia dari tahun 1986 hingga 1989. Ia juga mengikuti program peminatan pembibitan dosen di Institut Agama Islam Negeri Walisongo (IAIN Walisongo, sekarang Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang).

Setelah lulus dari pendidikan sarjana, Gamal melanjutkan pendidikan magisternya di Kulliyyah of Education (KOED) di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) dengan menempuh program studi magister pendidikan, pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua, dari tahun 1991 hingga 1994. Ia kemudian meraih gelar doktor pendidikan Islam dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dari tahun 1996 hingga 1999.

Gamal memulai kariernya dengan bekerja sebagai guru di MDTA Mahbatul Ulum dari tahun 1982 hingga 2000 dan bekerja sebagai dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) di IAIN Suska dengan mengajar pada program studi bahasa Arab dari tahun 1990 hingga 2004.

Gamal kemudian bekerja sebagai dosen pascasarjana di IAIN Suska dari tahun 2000 hingga 2004 dan juga bekerja sebagai dosen senior di Universiti Islam Selangor pada periode yang sama. Gamal lalu memulai debut menulisnya dengan mempublikasikan dua buah buku yang berjudul Ibnu Sahnun Mutiara Pendidik Muslim (2002) dan Pendidikan Islam Menghadapi Era Globalisasi (2002).

Ia kemudian mempublikasikan beberapa buku, di antaranya Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam pada tahun 2003 dan 2005, Dari Syahadah Ke Mahabbah (Jalan Menuju Kedamaian) pada tahun 2003, Mohammad Natsir Pendidik Ummah pada tahun 2003 hingga 2013 dan Kitab Al-Lughah Al-Arabiyyah (Vol: 1, 2, 3) pada tahun 2003.

Gamal juga bekerja sebagai dosen senior di Pusat Pengajian Umum di Universiti Kebangsaan Malaysia pada tahun 2004 hingga 2005 dan menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Amin Modern pada tahun 2004. Ia lalu menjabat sebagai Ketua Program Pengiriman Mahasiswa Kabupaten Bengkalis ke Timur Tengah pada tahun 2004 hingga 2006 dan bekerja sebagai dosen senior di Institut Pendidikan Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Universiti Brunei Darussalam pada tahun 2006 hingga 2015.

Pada tahun 2014, Gamal mempublikasikan buku yang berjudul Tokoh-Tokoh Abadi Pendidikan Islam, 11 tahun setelah mempublikasikan buku terakhirnya pada tahun 2003, dan kemudian mempublikasikan buku yang berjudul Turuq Tadris Al-Lughah Al-Arabiah pada tahun 2016. Ia menerima penghargaan Pingat Indah Kerja Baik (PIKB) pada 8 Mei 2018 dan lalu mempublikasikan dua buah buku yang berjudul Permisalan Dalam Al-Quran pada tahun 2020 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Malaysia pada Pameran Buku Frankfurt pada bulan Oktober 2019 dan Pendidikan Melalui Kisah yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga pada Pameran Buku Brunei pada bulan Februari 2020.

Buku Permisalan Dalam Al-Quran kemudian menerima penghargaan sebagai Buku Islami Terbaik pada Anugerah Buku Negara Malaysia pada bulan April 2021 dan penghargaan sebagai Buku Islami Terbaik oleh Asosiasi Publik Ilmiah Melayu dan Kementerian Pendidikan di Malaysia pada 22 Desember 2023.

Pada tahun 2021, Gamal dikukuhkan sebagai Guru Besar Pendidikan Islam dan bahasa Arab di Institut Pendidikan Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Universiti Brunei Darussalam dan kemudian mempublikasikan buku yang berjudul Kitab Hadis Arba’in Fadani: Karya Ulama-Ulama Nusantara di Tanah Suci pada tahun 2022. Ia menerima penghargaan Buku Islami Terbaik dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) pada bulan Agustus 2022 dan kemudian mempublikasikan buku yang berjudul Sufism In The Era of Disruption pada tahun 2024.

Gamal menikah dengan Salwa Mahalle, seorang dosen di Institut Pendidikan Sultan Hassanal Bolkiah di Universiti Brunei Darussalam, di Kampung Jangsak, sebuah desa di Daerah Brunei-Muara, Brunei Darussalam, pada 4 Agustus 2000. Mereka dikaruniai dua orang putra bernama Fawwaz dan Umar Khalili dan dua orang putri bernama Wafa Imani dan Aisyah Syamila.#DISKOMINFOTIK.

Tim Redaksi