BENGKALIS – Dalam rangka meningkatkan pelayanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bengkalis kembali menjalin kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sederajat melalui program Dukcapil Go To School. Selasa 3 Februari 2026, di ruang rapat Kepala Disdukcapil Kabupaten Bengkalis, Jalan Pertanian Bengkalis.

Kerja sama tersebut melibatkan 10 SMK atau sekolah sederajat yang ada di Kabupaten Bengkalis. PKS ditandatangani langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Bengkalis, Syahruddin, bersama para Kepala Sekolah SMK atau sederajat.
Kerja sama ini juga bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dan pencatatan sipil bagi para pelajar, khususnya dalam perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Dalam arahannya, Syahruddin menegaskan pentingnya percepatan perekaman dan pencetakan KTP-el maupun KIA melalui kegiatan Jebol Master yang dilaksanakan langsung di sekolah-sekolah. Ia juga berharap pihak sekolah dapat berperan aktif dalam mendukung kelancaran proses perekaman data kependudukan para siswa.
“Melalui program Dukcapil Go To School, kami berharap seluruh siswa yang telah memenuhi syarat usia dapat segera memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, sehingga tidak terkendala dalam berbagai urusan administrasi ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahruddin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Bupati Bengkalis Kasmarni terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Upaya tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa), agar seluruh masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang valid dan lengkap.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 5 Bengkalis, Edi Herman, mengapresiasi program Dukcapil Go To School. Ia menyampaikan bahwa dari lebih dari 140 siswa di sekolahnya, saat ini hanya tersisa 42 siswa yang belum memiliki KTP-el maupun KIA.
“Program ini sangat membantu siswa-siswi kami dalam memperoleh dokumen adminduk, terutama bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikan atau membutuhkan dokumen resmi lainnya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 4 Bengkalis, Hasan Sarpawi, yang mengungkapkan masih adanya beberapa siswa yang memiliki NIK ganda (duplicate record). Menurutnya, permasalahan tersebut berpotensi menghambat kelanjutan pendidikan siswa, sehingga pihak sekolah berharap Disdukcapil dapat membantu penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
.jpg)
Berbagai masukan dan permasalahan yang disampaikan pihak sekolah tersebut akan dijadikan bahan evaluasi oleh Disdukcapil Kabupaten Bengkalis untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.#DISKOMINFOTIK
