BENGKALIS, DISKOMINFOTIK - Bupati Bengkalis Amril Mukminin Diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H Arianto secara resmi membuka acara Grand Final Pemilihan Bujang Dan Dara Tahun Anggaran 2017, Senin (07/08/2017) malam bertempat di Lantai II Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis.
Dalam sambutan Bupati Bengkalis tertulis yang dibaca Plt Sekda Bengkalis H Arianto mengatakan, Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kamimengucapkan selamat kepada para peserta, karena kalian menjadi duta kecamatan pada ajang pemilihan bujang dan dara tingkat Kabupaten Bengkalis pada tahun 2017. Keikutsertaan saudara-saudara pada ajang ini, merupakan sebuah amanah dan kepercayaan, yang menuntut kalian untuk tampil maksimal.
“Kegiatan pemilihan bujang dan dara merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya melayu, agar tidak lekang ditelan zaman. Disamping itu melalui kegiatan ini juga akan memberikan nilai positif bagi generasi muda agar lebih mencintai dan melestarikan kebudayaan daerah, khususnya budaya melayu,” kata Amril.
Ditambah Amril lebih lanjut, Pemilihan bujang dan dara merupakan salah satu ajang ekspresi seni budaya melayu dan sekaligus untuk membentuk generasi muda kabupaten bengkalis yang lebih kreatif, inovatif, profesional dan berakhlakulkarimah. Selain itu melalui ajang pemilihan bujang dan dara ini, kita dapat menggali potensi yang dimiliki para peserta. Menyandang gelar bergengsi pada ajang pemilihan bujang dan dara tahun 2017 ini, tentu menjadi kebanggaan bagi kalian semua. Namun gelar tersebut akan lebih berarti, apabila tidak hanya dirasakan oleh penyandang gelar semata, tapi hendaknya semua orang dapat merasakan kontribusi positif dari keberadaan penyandang bujang dan dara, terutama dalam hal pelestarian budaya dan pembangunan mental generasi muda di negeri junjungan Kabupaten Bengkalis.
“Siapa pun yang terpilih sebagai bujang dan dara tahun 2017, kami minta untuk terus memperluas ilmu pengetahuan, terutama terkait kondisi dan karakter, budaya serta potensi Kabupaten Bengkalis, Provinsi riau maupun Nasional. Karena menyandang gelar bujang dan dara tidak hanya sekedar sebuah kebanggaan, namun harus menjadi sebuah tantangan bagi bujang dan dara untuk mengasah kemampuan dan ilmu pengetahuan, baik itu bidang akademik di sekolah maupun bidang-bidang umum lainnya,” ujar Amril.
Sambung Amril Generasi muda mempunyai peran penting dalam tatanan pembangunan daerah. Untuk itu, para duta bujang dan dara kecamatan, diminta untuk menjadi pioner dalam membentuk generasi muda agar lebih mencintai budaya daerah, dan menjauhi hal-hal negatif, seperti yang kami sebutkan di atas.
“kami berharap kepada para peserta pemilihan bujang dan dara untuk menjadi pelopor membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Mengingat saat ini, generasi muda menjadi incaran pengaruh negatif, seperti narkoba, kenakalan remaja di lingkungan anda, seperti lingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat,” harap Amril.
