Pencarian

Pasarkan Potensi Lokal, Bantan Tengah Konsisten Hidupkan Budaya Lewat Pasar Seni Slaksa

BANTAN TENGAH – Event Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah resmi dibuka pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari masyarakat.

Malam pembukaan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Bengkalis, Drs. Johansyah Syafri. Hadir pula Camat Bantan, Aulia Fikri, S.Sos., M.Si; Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkalis, Saiman, S.Sos., M.AP; Kepala UPT Pengelolaan Wisata Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Iwan Kurniawan; serta Pj. Kepala Desa Bantan Tengah, Oki Farhadinata, S.E., M.M.

Bupati Bengkalis melalui Staf Ahli Johansyah Syafri berharap Pasar Seni Slaksa 2026 tidak sekadar menjadi ruang pertemuan dan hiburan, melainkan wadah nyata untuk menjaga tradisi, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menggerakkan potensi ekonomi masyarakat desa.

Atas nama Pemkab Bengkalis Johansyah Syafri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bantan Tengah yang telah menggagas dan konsisten melestarikan Pasar Seni Slaksa hingga kini memasuki tahun ketiga. Konsistensi ini, menurutnya, membuktikan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong warga dalam mengembangkan potensi desa sendiri.

“Pemkab Bengkalis memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini, karena potensi asli daerah berada di tangan masyarakat. Hari ini Bantan Tengah tidaak hanya menghadirkan pasar, tetapi sebuah pesta rakyat yang penuh makna,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kekayaan daerah tidak hanya terletak pada sumber daya alam, melainkan juga pada keterampilan masyarakat, kearifan lokal yang dijaga turun-temurun, serta semangat kreativitas yang terus tumbuh. Oleh karena itu, Pasar Seni Slaksa diharapkan menjadi wadah yang mendorong sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata desa, UMKM, ekonomi kreatif, seni, dan budaya berbasis masyarakat.

“Budaya dan tradisi adalah identitas serta jati diri kita. Namun keberadaannya tidak cukup hanya dijaga, ia perlu dihidupkan dan dikembangkan agar tetap memberi manfaat di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga warisan budaya, mendukung produk lokal, serta memberi ruang bagi para pelaku UMKM dan pelaku seni agar terus berkarya dan berinovasi.

“Ketika tradisi disemai dan kreativitas tumbuh, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Johan.

Tim Redaksi