BENGKALIS – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Bengkalis menggelar Arisan Bulanan yang dikemas dengan kegiatan edukatif bertemakan "Pembuatan Kuliner Tradisional".
Kegiatan ditaja oleh Jurusan Teknik Mesin (JTM) Politeknik Negeri Bengkalis ini mengangkat tema "Menggali Filosofi melalui Pembuatan Kuliner Tradisional Bolu Misbah: Upaya Menumbuhkan Sikap Sabar, Terampil dan Membangun Persatuan."

Kegiatan dihadiri Wakil Ketua I DWP Politeknik Negeri Bengkalis, Aprizawati, dengan menghadirkan Sri Jumarni sebagai narasumber.
Wakil Ketua I DWP Politeknik Negeri Bengkalis, Aprizawati menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bengkalis yang telah menginisiasi kegiatan kuliner tradisional Bolu Misbah.

Menurutnya, arisan bulanan DWP tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota, tetapi juga menjadi wadah untuk menambah wawasan, melestarikan budaya daerah, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan kuliner Melayu.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh anggota DWP dapat mengambil nilai-nilai positif dari filosofi Bolu Misbah, yaitu kesabaran, ketelitian, keterampilan, serta semangat kebersamaan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kekompakan keluarga besar DWP Politeknik Negeri Bengkalis," ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Sri Jumarni, menjelaskan Bolu Misbah, yang juga dikenal sebagai kue Jantung Pisang, merupakan salah satu kuliner khas Melayu Bengkalis yang kini mulai jarang ditemukan.
Melalui kegiatan ini, DWP Politeknik Negeri Bengkalis berupaya memperkenalkan kembali sekaligus melestarikan makanan tradisional tersebut agar tidak punah.
Ia menjelaskan, kata Misbah memiliki arti pelita atau lampu. Nama tersebut mengandung filosofi yang erat dengan proses pembuatannya, karena Bolu Misbah dimasak menggunakan api yang sangat kecil sehingga membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan keterampilan hingga menghasilkan kue yang sempurna.
"Proses pembuatan Bolu Misbah mengajarkan pentingnya kesabaran, ketekunan, dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi pesan yang ingin diwariskan kepada generasi penerus melalui pelestarian kuliner tradisional ini," jelasnya.
Kegiatan ini diikuti seluruh anggota DWP Politeknik Negeri Bengkalis. Untuk memperluas edukasi kepada generasi muda, DWP juga berkolaborasi dengan Duta Wisata Riau 2022, Nurfaiza, kemudian Puteri Kebudayaan Influencer Riau 2026, Annisa Humairoh, sehingga sejarah dan filosofi kuliner khas Melayu Bengkalis dapat semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Tidak hanya mendapatkan materi mengenai sejarah dan filosofi Bolu Misbah, para peserta juga langsung mempraktikkan proses pembuatannya. Mulai dari menyiapkan peralatan dan bahan, mengolah adonan, hingga memasak Bolu Misbah sampai siap disajikan.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Politeknik Negeri Bengkalis berharap upaya pelestarian kuliner tradisional Melayu dapat terus berlanjut sekaligus mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kekompakan antaranggota, serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Bengkalis.
