BENGKALIS - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemuda Pembangun Desa (PEPDA) Dusun III Desa Pedekik menggelar kenduri dan doa bersama sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 Hijriah.

Kegiatan ini, berlangsung di lapangan Futsal PEPDA Dusun III Pedekik, dengan menghadirkan penceramah Ustadz H. Ghofronuddin, Sabtu 22 Agustus 2026 malam.

Agenda ini, selain untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-81 RI, juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengenang jasa para pahlawan revolusi, terkhusus kepada pahlawan yang telah berjasa di Desa Pedekik.
Kegiatan kenduri kemerdekaan ini, sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Dusun III Pedekik, setiap merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tahlil dan doa serta tausiah agama.

Dalam sambutannya, Rio Rahmandani Tanjung selaku Ketua Panitia yang juga Ketua Pemuda Dusun III Pedekik mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Pemuda Pembangun Desa (PEPDA) Dusun III Pedekik, selain untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI juga sebagai merajut tali silaturahmi sesama masyarakat Dusun III Pedekik.
"Kami atas nama panitia dan Pemuda Pembangun Desa (PEPDA) mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, semoga pertemuan kita malam hari ini menjadi bukti kita semua, dalam rangka melanjutkan cita-cita para pahlawan kita terdahulu. Dimana mereka telah berjuang keras serta berkorban untuk desa kita cintai ini,"ujarnya.

Sementara itu, Pj Kades Pedekik diwakili Sekretaris Desa Maskur, menyambut baik serta mengapresiasi kepada Pemuda Pembangun Desa (PEPDA) Dusun III Pedekik atas terselenggaranya acara kenduri dan doa bersama dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 tahun Republik Indonesia.
"Kami atas nama Pemerintah Desa Pedekik sangat bersyukur serta memberikan apresiasi kepada PEPDA Dusun III Pedekik, yang senantiasa komitmen menggelar malam kenduri dan do'akan bersama yang diperuntukkan untuk para pahlawan yang telah berjasa di negeri ini,"ungkapnya.

Dalam ceramah, Ustadz H. Ghufronuddin menyampaikan beberapa pesan dan nasehat kepada seluruh tamu undangan yang hadir supaya terus menjaga kampung pedekik, dengan tetap menghidupkan dan mensiarkan syariat Islam di tengah-tengah masyarakat.
Karena ruhnya kampung pedekik ini adalah agama. Maka mari kita jaga dan rawat kampung ini dengan memperkuat nilai-nilai agama, sebagaimana yang telah dilakukan para kai dan ulama terdahulu dengan menghidupkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Selanjutnya Ghufronuddin mengajak kepada seluruh masyarakat Desa Pedekik untuk senantiasa hidup rukun, kompak, guyub dan saling tolong menolong serta menghidupkan kembali semangat jiwa gotong royong.
"Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat kampung kita ini, dengan senantiasa berzikir serta berdoa kepada Allah SWT dan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw, agar kampung kita senantiasa diberikan keberkahan dan rahmat Allah SWT serta dijauhkan dari segala musibah,"imbuhnya.
Kemudian ia berpesan kepada generasi muda untuk tetap menjaga nilai-nilai agama yang telah didirikan para ulama sekaligus merupakan pejuang kampung Pedekik ini, karena mendirikan kampung ini penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.

Yang tidak kalah menariknya dari kegiatan ini ditutup dengan makanan nasi ambeng bersama-sama yang sudah menjadi tradisi masyarakat. Hidangan nasi ambeng ini menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan, serta permohonan akan rezeki dan keselamatan bagi semua yang membagikannya.
Turut hadir dalam rangkaian tersebut, Kepala Dusun III Pedekik, Ketua BPD Desa Pedekik, para tokoh ulama dan masyarakat Dusun III Desa Pedekik.#DISKOMINFOTIK.






















