Pencarian

Penelitian Mahasiswa ISNJ Bengkalis Ungkap Fenomena FOMO Dorong Keputusan Pembelian Produk Hypebeast

BENGKALIS — Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal dari tren yang sedang berkembang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumen, khususnya di kalangan mahasiswa.

Fenomena tersebut menjadi perhatian dalam penelitian yang dilakukan oleh Zainilawati, mahasiswa Institut Syariah Negeri (ISNJ) Bengkalis, yang mengkaji pengaruh FOMO terhadap keputusan pembelian produk hypebeast.

Penelitian bertema Eksplorasi Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam Keputusan Pembelian Produk Hypebeast, mengungkapkan bahwa FOMO berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Zainilawati mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa dorongan untuk tidak merasa tertinggal dari tren dapat memengaruhi mahasiswa dalam menentukan pilihan ketika membeli produk yang sedang populer di lingkungan sosial maupun di media sosial.

Dalam konteks produk hypebeast, FOMO dapat muncul ketika seseorang melihat produk tertentu digunakan oleh teman, figur publik, maupun komunitas yang dianggap mengikuti tren. Keinginan untuk menjadi bagian dari tren tersebut kemudian dapat mendorong seseorang untuk segera melakukan pembelian.

Zainilawati menambahkan, FOMO mendorong pembelian produk hypebeast. Dengan hal tersebut keputusan membeli tidak semata-mata didasarkan pada kebutuhan terhadap produk, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh dorongan psikologis untuk mengikuti perkembangan tren dan menghindari perasaan tertinggal dari lingkungan sosial.

Sementara, dosen pembimbing Masuri menyampaikan bahwa Fenomena tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan media sosial yang memungkinkan tren fashion dan gaya hidup menyebar dengan cepat. Produk yang sedang populer dapat memperoleh perhatian luas dalam waktu singkat sehingga menciptakan tekanan sosial maupun psikologis bagi sebagian konsumen untuk ikut memiliki atau menggunakannya.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa perilaku konsumsi mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari perkembangan tren dan interaksi sosial di era digital. FOMO dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memahami bagaimana mahasiswa mengambil keputusan pembelian, terutama terhadap produk yang memiliki nilai tren dan popularitas tinggi.

Kemudian menurut dosen pembimbing Zulhendri menjelaskan penelitian tersebut penting dilakukan karena perkembangan media sosial dan budaya tren saat ini turut membentuk pola konsumsi mahasiswa. Informasi mengenai suatu produk dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial, sehingga mahasiswa semakin mudah mengetahui produk yang sedang diminati atau menjadi tren di lingkungan pergaulan.

Penelitian ini menjadi penting untuk melihat bagaimana fenomena FOMO dapat memengaruhi perilaku konsumen, terutama mahasiswa yang berada dalam lingkungan sosial yang sangat dinamis.

Keputusan pembelian tidak selalu didasarkan pada kebutuhan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh tren, lingkungan sosial, dan keinginan untuk tidak merasa tertinggal.

Fenomena FOMO juga menjadi bagian penting untuk dipahami karena media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi turut membentuk persepsi mengenai tren, popularitas, dan gaya hidup.Melalui penelitian ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami fenomena konsumsi dari sisi ekonomi, tetapi juga melihat adanya faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi keputusan seseorang dalam membeli suatu produk.

Atas penelitian tersebut, dosen pembimbing mengapresiasi upaya mahasiswa dalam mengangkat fenomena yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Berangkat dari fenomena aktual seperti FOMO dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai perubahan perilaku masyarakat di era digital.#DISKOMINFOTIK.
 

Tim Redaksi