Pencarian

Warisan Bengkalis untuk Generasi Muda, Bupati Kasmarni Ajak Lestarikan Jati Diri Melayu dan Raih Prestasi Global

BENGKALIS – Peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pendahulu sekaligus menanamkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda sebagai penerus estafet pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, saat Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis di Gedung DPRD Bengkalis, Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam pidatonya, Kasmarni menegaskan bahwa usia 514 tahun mencerminkan perjalanan panjang sebuah peradaban Melayu yang dibangun melalui keberanian, persatuan, dan pengorbanan para leluhur. Karena itu, Hari Jadi Bengkalis tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga momentum untuk merayakan identitas, marwah, dan cita-cita besar negeri.

"514 tahun bukanlah sekadar hitungan usia. Ia adalah jejak panjang sebuah peradaban Melayu yang dibangun oleh keberanian para pendahulu, dipelihara oleh semangat persatuan masyarakatnya, serta diwariskan kepada kita sebagai amanah yang harus dijaga dan diteruskan," ungkap Kasmarni.

Bupati kemudian mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah perjuangan Bengkalis yang bermula pada Juli 1512. Kala itu, di bawah kepemimpinan Laksamana Hang Nadim, pasukan gabungan yang terdiri dari Bathin Hitam dari Suku Senggeren, Tun Megat dari Bukit Batu bersama pasukan Suku Tenggayun serta suku-suku laut, berjuang mempertahankan marwah negeri dengan menghadapi armada Portugis.

Meski sempat mengalami berbagai pertempuran sengit, semangat juang para pejuang Bengkalis berhasil mematahkan serangan Portugis yang hendak menguasai wilayah Bengkalis. Kisah tersebut, menurut Kasmarni, menjadi bukti bahwa Bengkalis dibangun melalui keberanian dan pengorbanan, bukan oleh kenyamanan.

"Sejarah singkat Bengkalis telah mengajarkan kepada kita bahwa negeri ini tidak pernah dibangun oleh kenyamanan, melainkan oleh perjuangan. Para leluhur tidak sekadar mempertahankan wilayah, tetapi juga mempertahankan harga diri bangsa Melayu," ujarnya.

Kasmarni menegaskan, semangat perjuangan itu tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah semata. Nilai-nilai keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap negeri harus terus diwariskan sebagai fondasi membangun Bengkalis yang semakin maju, berdaya saing, sejahtera, serta tetap berakar kuat pada nilai agama, budaya Melayu, dan kearifan lokal.

Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-514 Bengkalis, "Semangat Kebersamaan Mewujudkan Bengkalis Bermarwah dan Gemilang", dengan tagline "Bersatu Membangun Negeri." Menurutnya, tema itu mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui persatuan dan kolaborasi.

Secara khusus, Bupati menitipkan harapan besar kepada generasi muda Bengkalis agar menjadi pewaris sejarah yang mampu membawa daerah ini menghadapi tantangan zaman.

"Terkhusus untuk adik-adik kami generasi muda Bengkalis, kami titipkan harapan besar. Jadilah generasi yang mencintai budaya Melayu namun mampu bersaing secara global. Jadilah generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan jati diri. Karena masa depan Bengkalis berada di tangan anak-anak muda hari ini," pesannya.

Kasmarni menambahkan, para pendiri dan pejuang Bengkalis telah mewariskan bukan hanya sebuah wilayah, tetapi juga nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang harus terus dijaga. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan karakter yang tangguh, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

"Di dalam darah kita mengalir tradisi keteguhan, keberanian, dan kerja keras. Nilai-nilai itulah yang harus memperkuat karakter kita agar menjadi generasi yang lebih bermartabat, lebih maju, dan lebih sejahtera," tutupnya.

Tim Redaksi