BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perkebunan menggelar kegiatan Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) tingkat kabupaten tahun 2026 di Kantor Camat Mandau Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan yang diikuti peserta dari Kecamatan Mandau, Pinggir dan Bathin Solapan ini dilaksanakan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit rakyat.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkalis serta Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Bengkalis. Kehadiran para narasumber memberikan pemahaman komprehensif kepada para pekebun terkait program peremajaan kelapa sawit rakyat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Sufandi, melalui Kepala Bidang Produksi Adi Zulhami dalam sambutannya menyampaikan sektor perkebunan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Perkebunan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas akibat penggunaan benih tidak unggul, tanaman yang sudah tua, serta keterbatasan pengetahuan pekebun terkait praktik budidaya yang baik,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara tahun 2025, luas perkebunan di Kabupaten Bengkalis mencapai sekitar 375 ribu hektare, dengan mayoritas merupakan perkebunan kelapa sawit rakyat. Dari jumlah tersebut, sekitar 87,75 persen dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Untuk itu, melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Pemerintah Kabupaten Bengkalis menargetkan peremajaan seluas 300 hektare pada tahun 2026 yang tersebar di beberapa kecamatan. Program ini didukung oleh kebijakan pemerintah pusat melalui regulasi Kementerian Pertanian, serta pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Lebih lanjut, Adi Zulhami menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelembagaan petani, serta pihak swasta dalam menyukseskan program tersebut.
“Kerja sama kemitraan menjadi kunci, baik dalam penyediaan bibit berkualitas, pendampingan teknis, hingga akses pasar. Oleh karena itu, seluruh stakeholder diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong keberhasilan program ini,” tambahnya.
Adi Zulhami juga mengajak para pekebun untuk memanfaatkan program PSR sebagai peluang dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan, sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan daerah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman para pekebun terhadap program peremajaan sawit semakin meningkat, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis.
Hadir dalam sosialisasi ini Sekretaris Camat Mandau Rio Sentosa, Asosiasi Perkebunan, Penyuluh Pertanian, sejumlah Kepala Desa, serta para pekebun dari sejumlah wilayah di Negeri Junjungan. #DISKOMINFOTIK
