BANTAN - Tim ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi restorasi mangrove di Desa Teluk Pambang selama tiga hari, dari 10-12 Februari 2026.

Peninjauan lapangan ini, merupakan rangkaian lanjutan kegiatan Pilot Project Visit Field for Asean di Desa Teluk Pambang. Pada hari kedua, Tim ASEAN-UK GTF berfokus pada kegiatan kunjungan lapangan, guna melihat langsung kegiatan restorasi yang dilakukan kelompok masyarakat peduli mangrove serta aktivitas masyarakat lokal pesisir.
Lokasi pertama, rombongan menuju ke restorasi mangrove di Pantai Senekip, Desa Teluk Pambang. Tim menyisir pantai lebih kurang satu kilometer, berjalan kaki melewati lumpur dan batang-batang pohon hingga ke titik lokasi.
Di sepanjang perjalanan, YKAN bersama LPHD Teluk Pambang menjelaskan kepada Tim ASEAN-UK GTF bahwa di lokasi tersebut telah dilakukan berbagai upaya untuk memulihkan kerusakan hutan mangrove yang terdampak dari faktor alam. Beberapa upaya yang dilakukan yakni perlindungan, penanaman dan restorasi mangrove di lokasi pantai Senekip.
Selain itu, pihak LPHD bersama masyarakat Desa Teluk Pambang juga rutin melakukan patroli di kawasan hutan mangrove, yang bertujuan supaya mangrove di kawasan tersebut tetap terjaga dan terlindungi.
Upaya ini diharapkan nantinya dapat membantu pencegahan serta memperlambat terjadinya kerusakan hutan maupun laju abrasi wilayah pesisir pantai Desa Teluk Pambang.
Tim ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) bersama YKAN juga meninjau ke sejumlah lokasi lokakarya masyarakat Desa Teluk Pambang.
.jpg)
Turut mendampingi kegiatan peninjauan tersebut, Pj. Kepala Desa Teluk Pambang, YKAN, LPHD, dan Kelompok Mangrove Teluk Pambang.
Pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan Capacity Traning Carbon Project (Pelatihan Kapasitas Proyek Karbon) (11/2) di Hotel Twin Bengkalis.
Pelatihan ini diikuti peserta dari anggota LPHD Desa Teluk Pambang dan YKAN. Kegiatan ini memberikan pengetahuan bagi kelompok LPHD Teluk Pambang tentang manfaat dari karbon yang dihasilkan dari hutan mangrove.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan kelompok LPHD Desa Teluk Pambang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian mangrove.

Hutan mangrove yang terlindungi dengan baik dapat menyerap karbon secara maksimal untuk udara buruk atau emisi yang berdampak pada kesehatan manusia, tumbuhan, dan hewan. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah penghijauan hutan terus dijaga dan dirawat. #DISKOMINFOTIK.






