Pencarian

Kunjungan GMA ke Desa Kelapapati, Perkuat Kolaborasi Konservasi Mangrove di Bengkalis

BENGKALIS – Baru-baru ini Global Mangrove Alliance (GMA) mengunjungi kawasan mangrove Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis yang disambut hangat oleh Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghagah, Senin 2 Februari 2026.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat upaya perlindungan dan rehabilitasi ekosistem mangrove di Kabupaten Bengkalis.

Global Mangrove Alliance (GMA) menyempatkan waktu mengunjungi kawasan mangrove Desa Kelapapati yang telah dikelola oleh Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghagah selama 14 tahun. GMA merupakan koalisi global yang menyatukan lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, ilmuwan, dan komunitas lokal untuk mempercepat konservasi serta restorasi hutan mangrove dunia. Didirikan pada tahun 2018, GMA memiliki tujuan utama memulihkan dan menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove secara global.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pertukaran pembelajaran perlindungan dan rehabilitasi mangrove dalam mendukung country proposition Indonesia yang berlangsung pada 2–5 Februari 2026.

Acara tersebut menghadirkan narasumber internasional, di antaranya Dominic Wodehouse dari Mangrove Action Project, Irene Kingma, Benjamin Christ, serta Elena Roddom dari Wetlands International.

Kunjungan selama kurang lebih satu jam di kawasan mangrove Paghet Seghagah tersebut memberikan apresiasi yang besar kepada kelompok Paghet Seghagah atas konsistensinya dalam pelestarian lingkungan pesisir pantai dan lahan gambut. Kehadiran GMA dinilai menjadi penguatan moral sekaligus pengakuan internasional terhadap praktik konservasi berbasis masyarakat yang telah dijalankan.

Rombongan GMA disambut langsung oleh Pemerintah Desa Kelapapati yang diwakili Sekretaris Desa Kelapapati, Edi. Bersama Elena Roddom, rombongan meninjau pengelolaan limbah berbasis maggot yang mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis dan NGO Semesta.

Selain itu, rombongan juga berkunjung ke Home Creative Paghet Seghagah yang dikelola oleh kelompok Paghet Seghagah. Pembina Kelompok Paghet Seghagah, Rio Fernandes, bersama Ketua Kelompok Paghet Seghagah, Rio Sempana, yang didampingi LSM Bahtera Melayu dan Yayasan Gambut, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

“Terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah berkenan berkunjung ke kawasan mangrove Paghet Seghagah Desa Kelapapati. Kunjungan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Program Bengkalis Lestari yang telah diluncurkan oleh Bupati Bengkalis Ibu Kasmarni, pada November 2025, dalam upaya mengelola sumber daya alam, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan tersebut sejalan dengan Program Bengkalis Bermasa yang telah memberikan ruang bagi masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan seluruh lapisan masyarakat Bengkalis untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan instansi terkait dari Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis, organisasi non-pemerintah (NGO) lingkungan yang berada di Bengkalis, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Camat Bantan, serta kepala desa dari wilayah binaan Yayasan Konservasi Alam Nusantara. #DISKOMINFOTIK

Tim Redaksi