Pencarian

MAPALA Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis Gelar Musyawarah Besar 2026

BENGKALIS – Baru-baru ini Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Tahun 2026. yang dilaksanakan di gedung GT 432 lantai 3 Politeknik Negeri Bengkalis, pada Sabtu 24 Januari 2026 lalu.

Kegiatan ini merupakan forum tertinggi organisasi yang menjadi sarana evaluasi kinerja kepengurusan, perumusan arah kebijakan, serta penguatan keberlanjutan organisasi ke depan.

Musyawarah Besar tahun ini mengusung tema “Wujudkan Dedikasi untuk Alam dan Kemanusiaan: Menekankan Kolaborasi, Tanggung Jawab, serta Pengembangan Diri Anggota untuk Keberlanjutan Organisasi di Masa Depan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen MAPALA Laksamana dalam menjaga kelestarian lingkungan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta membangun organisasi yang solid dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pembina MAPALA Laksamana, Khairul Saleh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Musyawarah Besar merupakan momentum penting untuk refleksi, konsolidasi, dan regenerasi organisasi.

Ia berharap MAPALA Laksamana terus berkontribusi positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas dengan menjunjung tinggi nilai tanggung jawab, kerja sama, serta pengembangan kapasitas anggota.

Lebih lanjut, dosen yang dikenal dekat dengan mahasiswa tersebut juga mendorong agar MAPALA Laksamana senantiasa aktif berdiskusi dan merancang kegiatan yang berdampak langsung serta bermanfaat bagi pelestarian lingkungan.

“Banyak hal yang bisa dilakukan, terutama kegiatan yang benar-benar berorientasi pada pelestarian lingkungan dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Ketua Panitia Musyawarah Besar MAPALA Laksamana, Danil Jon Lifer, menyampaikan bahwa Mubes bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum refleksi dan regenerasi organisasi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat rasa tanggung jawab bersama, meningkatkan kolaborasi antaranggota, serta mendorong pengembangan diri demi keberlanjutan MAPALA Laksamana di masa mendatang.

Sementara itu, Ahmad Fauzi dalam sambutannya menegaskan bahwa Musyawarah Besar merupakan momentum penting bagi seluruh anggota untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan perencanaan arah organisasi ke depan. Ia menyampaikan bahwa keberlangsungan MAPALA Laksamana tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan, tetapi juga oleh komitmen dan tanggung jawab seluruh anggotanya.

Ahmad Fauzi juga menambahkan bahwa sebelum pelaksanaan Musyawarah Besar, MAPALA Laksamana telah melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklat) bagi anggota baru selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Januari 2026, yang dilaksanakan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Musyawarah Besar ini diikuti oleh seluruh anggota dan pengurus MAPALA Laksamana dengan agenda utama penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), perumusan program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru.

Melalui Musyawarah Besar ini, MAPALA Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan visioner, serta terus berperan aktif sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam yang peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para senior dan alumni MAPALA Laksamana yang turut memberikan motivasi serta menjadi narasumber bagi anggota aktif, sebagai upaya memperkuat nilai kebersamaan dan keberlanjutan organisasi.#DISKOMINFOTIK

Tim Redaksi