BENGKALIS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis turut serta dalam kegiatan Panen Raya Serentak yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kamis, 15 Januari 2026.
Kegiatan ini terpusat secara nasional di Lapas Kelas I Cirebon dan terhubung secara virtual dengan seluruh jajaran pemasyarakatan se-Indonesia.

Dalam panen raya tahun 2026 ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis berhasil memanen hasil pembinaan kemandirian warga binaan berupa 180 kilogram ikan patin dari sektor perikanan dan 100 kilogram sayur kangkung dari sektor pertanian.
Kalapas Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono menjelaskan bahwa sebagian hasil panen ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal di dalam Lapas, sementara sebagian lainnya dijual kepada masyarakat umum.

“Dari lahan pembinaan ini, kita menghasilkan harapan. Melalui kerja sama yang terwujud dalam hasil nyata ini, warga binaan membuktikan kontribusi mereka bagi ketahanan pangan, ini juga tidak terlepas dari binaan Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas kelas IIA Bengkalis David Susilo” ujar Kalapas Priyo.
Sesuai arahan pusat, Kalapas Priyo mengungkapkan keuntungan dari hasil panen ini diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk disalurkan sebagai bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian lokal, Lapas Bengkalis juga menyerahkan 10 paket sembako kepada keluarga warga binaan yang kurang mampu.
Kegiatan di Bengkalis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, Sekretaris Dinas Perikanan Tasril Akmal, Kepala Bidang Pengembangan Industri Disdagperin Yuliani Eka Safitri, Sekcam Bengkalis Fitra Rahma, Kabid Cipta Karya PU Dani Satria, serta Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Senggoro Muslimin , Pj Kades Pangkalan Batang David Winir S, dan Pj Kades Pedekik Aswandi.

Capaian Nasional Tahun 2026
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, membuka secara resmi acara ini didampingi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen) Mashudi.
Dalam laporannya, Dirjen Mashudi mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, program ketahanan pangan pemasyarakatan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan pemanfaatan lahan produktif seluas 44,2 hektar di seluruh Indonesia.
Total hasil panen nasional tahun ini mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 123,5 ton, yang terdiri dari komoditas pertanian (99 ton), peternakan (4 ton), dan perikanan (19 ton). Selain itu, nilai premi (upah) bagi warga binaan yang terlibat mencapai lebih dari Rp905 juta.
Menteri Agus Andrianto dalam sambutannya menekankan bahwa hasil atau keuntungan dari kegiatan ini memang didedikasikan untuk solidaritas sosial, termasuk pembangunan sumur bor di daerah bencana. Beliau juga mengajak para Kepala UPT untuk terus berinovasi.
“Tugas kita adalah mempersiapkan mereka (warga binaan) agar siap kembali ke masyarakat. Amati, tiru, modifikasi program Balai Latihan Kerja yang ada, dan gandeng pelaku usaha di daerah masing-masing,” tegas Menteri Agus.#DISKOMINFOTIK
