Pernah ke Negara Terjangkit Malaysia:

905 ODP Tanpa Gejala di Kabupaten Bengkalis Lakukan Karantina Mandiri

Teks foto: Infografik PDP dalam perawatan di Kabupaten Bengkalis

BENGKALIS -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra TH menjelaskan, sesuai data tanggal 17 s.d. 20 Maret 2020, terdapat 905 Orang Dalam Pemantauan (ODP) tapi tanpa gejala Covid-19 dan melaksanakan karantina mandiri.

“Seluruh ODP tanpa gejala masuk ke Bengkalis dari Malaysia melalui pelabuhan internasional Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selatbaru (Bantan),” kata Ersan di ruang kerjanya, Kamis, 26 Maret 2020.

Didampingi Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bengkalis Covid-19 Alwizar, Ersan menambahkan, dari 905 ODP tanpa gejala dimaksud, terbanyak terdapat di Kecamatan Bengkalis dan Bantan. Masing-masing 420 orang.

420 ODP tanpa gejala di Kecamatan Bengkalis itu, 310 orang atau 73,81 persen berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Bengkalis.

“Sedangkan sisanya 110 orang atau 26,19 persen di wilayah kerja UPT Puskesmas Pematang Duku,” jelasnya.

Sementara untuk Bantan, dari 420 ODP yang melaksanakan karantina mandiri, 279 orang atau 66,43 persen berdomisili di wilayah kerja UPT Puskesmas Selatbaru. “Sedangkan sisanya 141 orang atau 33,57 persen di wilayah UPT Puskesmas Pambang,” imbuhnya.

Kata Ersan lagi, ODP tanpa gejala yang pernah ke negara terjangkit Malaysia dan melakukan karantina mandiri yang jumlahnya juga cukup banyak, ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Pakning (Bukit Batu).

“Sebanyak 28 orang,” tutup Ersan yang juga Koordinator Bidang Teknis Pencegahan dan Pengendalian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Bengkalis.

Tidak Panik dan Tetap Waspada

Ersan kembali mengingatkan masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini untuk tidak panik dengan banyaknya Orang Dalam Pemantauan (ODP). Termasuk terkait banyaknya ODP yang dikarantina di sejumlah tempat di ibukota Kabupaten Bengkalis.

Katanya, selain memang prosedur tetap yang harus dipatuhi pemerintah daerah manapun dalam penanganan Covid-19, karantina itu dilakukan untuk memudahkan pemantauan.

“Utamanya, jika diantara mereka ada yang terjangkit Covid-19. Bila memang ada yang terjangkit, akan lebih cepat diambil tindakan medis. Apalagi mereka yang dikarantina itu memang pernah ke negara terjangkit (Malaysia),” jelasnya.

Sebab, sambungnya, jika ada diantara yang diisolasi itu ada yang terjangkit, tidak diisolasi serta dibiarkan membaur di tengah masyarakat, selain sulit dimonitor, akan mempercepat proses penularan Covid-19 di daerah ini.

“Orang dengan status ODP belum menunjukkan gejala sakit. Namun karena sempat bepergian ke negara atau daerah terjangkit Covid-19, atau sempat melakukan kontak fisik dengan orang yang positif (+) Covid-19,” jelas Ersan.

Di bagian lain, Ersan mengajak seluruh warga daerah ini untuk meningkatkan kewaspadaan. Mematuhi berbagai imbauan yang disampaikan banyak pihak.

“Bantu kami dan seluruh tim penanganan Covid-19 di daerah ini. Salah satu caranya, jangan keluar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting,” ajaknya. #DISKOMINFOTIK


Tulis Komentar