BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Desa Kelapapati melaksanakan program kerja bertemakan "Sosialisasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Block".
Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik sekaligus memperkenalkan inovasi pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2026 di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis ini dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Desa Kelapapati, masyarakat setempat, serta siswa/i SMP Negeri 4 Bengkalis, MAN 1 Bengkalis, dan SMK Negeri 2 Bengkalis.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, bidang pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ketua Kukerta Universitas Riau Desa Kelapapati, Muhammad Hadziq mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga program kerja dapat terlaksana dengan baik.
Ia juga berharap kegiatan yang dilaksanakan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah plastik sejak dari rumah. Menurutnya, melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan mahasiswa, limbah plastik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi.

Pada kesempatan itu Sekretaris Desa Kelapapati, Edi Firdaus menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang telah menghadirkan program sosialisasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, persoalan sampah plastik merupakan isu yang memerlukan perhatian bersama sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan akademisi.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai kondisi sampah plastik di Indonesia, dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan, pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), serta pengenalan inovasi paving block berbahan dasar limbah plastik. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Mahasiswa Kukerta juga menjelaskan jenis-jenis limbah plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku paving block, tahapan pemilahan dan pembersihan plastik, serta manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh wawasan bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan tepat.
Sebagai puncak kegiatan, peserta diajak menyaksikan demonstrasi langsung proses pembuatan paving block dari limbah plastik.
Demonstrasi dimulai dari proses pemilahan dan pembersihan sampah plastik, pelelehan plastik menggunakan suhu tertentu, pencampuran dengan pasir sesuai komposisi, hingga proses pencetakan dan pendinginan sampai menghasilkan paving block yang siap digunakan.
Demonstrasi ini memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai proses pengolahan limbah plastik menjadi produk yang fungsional dan memiliki nilai tambah.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Masyarakat dan siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai jenis plastik yang dapat digunakan, teknik pencampuran bahan, daya tahan paving block, hingga peluang pengembangan usaha berbasis daur ulang plastik. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat peserta terhadap inovasi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah plastik secara bijak.
Selain mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir maupun mencemari lingkungan, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block juga berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Program kerja ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa Universitas Riau dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui edukasi lingkungan, penerapan teknologi sederhana, dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya peduli lingkungan serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pengelolaan sampah di Desa Kelapapati.
Melalui kegiatan ini pula, mahasiswa Kukerta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung berbagai inovasi pengelolaan limbah sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Diharapkan program ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi menjadi awal dari gerakan bersama dalam menciptakan Desa Kelapapati yang lebih bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
