BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 memperkenalkan inovasi Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) sebagai alternatif budidaya perikanan skala rumah tangga kepada masyarakat Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Selasa 14 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau yang bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha produktif berbasis keluarga.
Ketua Kelompok Kukerta Desa Teluk Papal, Firman Harisyandi, mengatakan Budikdamber merupakan inovasi budidaya ikan skala kecil yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Selain menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas, metode ini juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pelaksanaan program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Fajriani Ananda, dan diprakarsai oleh Firman Harisyandi bersama anggota kelompoknya, yakni Intan Putri Kamilah, Siti Jamillatul, Sovia Rabuma, Erika Oktavia Sipahutar, Nadya Rahmawati, Lidya Angelika, Hazimah Nazilah, Meriana Lubis, dan Mikha Dwi N. Raja Gukguk.
Dalam kegiatan yang dihadiri Penjabat Kepala Desa Teluk Papal, Juniarto, mahasiswa memperagakan secara langsung tahapan pembuatan Budikdamber, mulai dari persiapan ember, pemasangan gelas tanam, penanaman bibit kangkung, pengisian air, hingga penebaran benih ikan lele. Prototipe tersebut dirancang menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dengan biaya relatif terjangkau sehingga dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat di lingkungan rumah.
Antusiasme masyarakat terlihat selama pelatihan berlangsung. Peserta tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi juga aktif berdiskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pemeliharaan ikan, pemberian pakan, pergantian air, hingga penanganan penyakit ikan.
"Budikdamber tidak hanya menjadi sarana budidaya ikan, tetapi juga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan biaya yang relatif rendah," ujar Firman.
Penjabat Kepala Desa Teluk Papal, Juniarto, menyambut baik pelaksanaan program mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan yang terus digalakkan.
"Saya sangat mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan adik-adik mahasiswa dapat diterapkan oleh masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Ijun itu.
Sementara itu, Fajriani Ananda mengapresiasi program yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Ia berharap inovasi Budikdamber tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Teluk Papal.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau menghadirkan salah satu bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat melalui penerapan inovasi sederhana yang memberikan manfaat langsung. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, produktif, serta memiliki kesadaran yang semakin kuat terhadap pentingnya ketahanan pangan berbasis potensi lokal. #DISKOMINFOTIK
