Pencarian

Lakukan Monev Kedua di 2026, Tim YKAN Berikan Semangat untuk Masyarakat dan LPHD Kembung Luar Tetap Optimis Jaga Lestari Lingkungan

BANTAN - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan restorasi mangrove yang kedua pada tahun 2026, di kawasan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Kembung Luar, Ahad 21 Juni 2026, di gedung serbaguna Desa Kembung Luar.

Kegiatan monev tersebut bertujuan untuk memastikan kembali perkembangan kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan oleh LPHD Desa Kembung Luar, sekaligus memberikan semangat kepada kelompok peduli mangrove dan masyarakat supaya tetap optimistis melakukan perbaikan alam serta menjaga kelestarian lingkungan.

Sebelum melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan, acara diawali dengan pemaparan progres tentang kegiatan restorasi mangrove, yang disampaikan Ketua LPHD Desa Kembung Luar, Faizan, sekaligus dilakukan tanya jawab dan diskusi.

Faizan menjelaskan kegiatan restorasi mangrove di LPHD Kembung Luar, bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan, di antaranya adalah penanaman bibit pada area restorasi, penyulaman tanaman, pemeliharaan tanaman, perbaikan parit sekunder, dan monitoring perkembangan tanaman di lokasi restorasi seluas 105 ha. Kemudian dilakukan restorasi ekosistem mangrove pada area baru seluas 17,6 ha.

Selanjutnya Faizan menambahkan, adapun capaian kegiatan restorasi mangrove di LPHD Desa Kembung Luar telah mencapai 50 persen, dengan jumlah bibit ditanam sebanyak 29.243 buah.

Kepala Desa Kembung Luar diwakili Kepala BPD Heri dalam sambutannya mengatakan, atas nama pemerintah desa mengucapkan terima kepada pihak YKAN yang senantiasa berkomitmen melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan restorasi mangrove di Desa Kembung Luar ini.

"Kami Pemerintah Desa Kembung Luar, tentu menyambut baik, apresiasi serta mendukung kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan oleh YKAN bersama LPHD Desa Kembung Luar. Kita sangat bersyukur karena melalui kegiatan restorasi mangrove ini, masyarakat kita sekarang lebih peduli dan sadar bahwa pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, konservasionis mangrove YKAN, Topik Hidayat, mengatakan, kegiatan restorasi mangrove merupakan pekerjaan yang mulia, karena kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki alam agar senantiasa terjaga dengan baik dan tetap lestari.

Menurut Topik, kegiatan restorasi ini akan berdampak pada lingkungan pesisir dan pemukiman warga, semoga melalui kegiatan yang  mulia ini akan menjadi pahala amal jariyah di akhirat nanti.

"Untuk itu, kami YKAN berharap kepada masyarakat dan LPHD Desa Kembung Luar, supaya terus semangat melakukan perbaikan lingkungan dan tetap semangat melakukan perlindungan hutan mangrove yang ada di Desa Kembung Luar. Mari kita jaga hutan mangrove supaya bumi kita tetap lestari," pungkasnya.

Selanjutnya Kepala KPH Bengkalis Pulau, diwakili Kepala Tata Usaha, Bustami, dalam arahannya turut memberikan apresiasi serta mendukung penuh kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan YKAN dan LPHD Desa Kembung Luar.

"Kita perlu memperkuat dan meningkatkan lagi sinergi dan kolaborasi ini, agar upaya terhadap pelestarian lingkungan ini benar-benar terwujud terutama di daerah wilayah pesisir. Kami KPH Bengkalis Pulau siap mendukung serta membantu pihak LPHD Kembung Luar dalam melakukan berbagai kegiatan restorasi mangrove, dan kita juga siap berdiskusi terkait dengan pengelolaan perlindungan hutan," ujar Bustami.

Hal senada juga diucapkan Bhabinkamtibmas Kembung Luar, A.S Depari, bahwa Polres Bengkalis mendukung penuh kegiatan YKAN dan LPHD Desa Kembung Luar terhadap restorasi mangrove.

"Kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan LPHD Desa Kembung Luar ini sama persis program Kapolda Riau, yakni menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Jadi, kami sangat terbantu sekali dengan kegiatan ini. Mari kita saling dukung serta bekerja sama menjaga alam kita dari ancaman ulah tangan manusia yang dapat merusak lingkungan,"ungkap Depari.

Untuk menuju lokasi monitoring mangrove, tim harus melewati berbagai rintangan dan tantangan, karena kondisi jalan menuju area restorasi mangrove sangat licin dan berlumpur.

Tim monev terpaksa berjalan kaki, karena sepeda motor yang ditumpangi tersebut tidak bisa melewati rintangan. Akhirnya dengan penuh semangat yang kuat, kegiatan monitoring dan evaluasi di Desa Kembung Luar terlaksana dengan baik dan lancar. #DISKOMINFOTIK.

Tim Redaksi