Tingkatkan Peran Pelaku Pokja PKP Bengkalis Tentang Pemahaman Program KOTAKU 

Teks foto: Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bengkalis Gendrayana Rohaini, ketika membuka acara lokakarya program Kotaku Kamis 17 Oktober 2019, bertempat di aula pertemuan Hotel Pantai  Marina Bengkalis.

BENGKALIS – Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang program KOTAKU bagi pelaku Kelompok Kerja dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA- PKP) Kabupaten Bengkalis, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (PPP) Kabupaten Bengkalis tajakan kegiatan Lokakarya Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).

Kegiatan tersebut, dibuka secara resmi Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bengkalis Gendrayana Rohaini, Kamis 17 Oktober 2019, bertempat di aula pertemuan Hotel Pantai  Marina Bengkalis.

Adapun peserta diskusi lokakarya program KOTAKU sebanyak 63 orang terdiri dari dari unsur Pemerintah daerah yaitu, akademi, swasta, masyarakat, forum CSR, pelaku program KOTAKU dan media.

Acara tersebut menghadiri narasumber PKP Provinsi Riau/Dinas PKP Provinsi Riau Ahmad Riadi, Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Yuhelmi,  SATKER PPK KOTAKU Kabupaten Bengkalis dan perwakilan dari Team Leader OC 3 Provinsi Riau.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Riau, Ichwanul Ihsan.

“Kami sangat mendukung atas terselenggara kegiatan ini, dengan harapan semoga melalui kegiatan ini, peran kelompok kerja dan kawasan permukiman Kabupaten Bengkalis akan meningkat khususnya terhadap National Slum Upgrading Program (NSUP) atau Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) maupun replikasi program NSUP-Kotaku,” kata Kepala Dinas PPP Kabupaten Bengkalis, ketika membuka acara tersebut.

Sambung Gendrayana, tujuan pelaksanaan kegiatan ini, untuk meningkatkan peran Pokja PKP, memahami tentang kebijakan program dan daerah dalam penanganan kumuh.

Kemudian mampu menyusun strategi pelaksanaan kolaborasi dan replikasi dan tercapainya kesepakatan dan rencana kerja tindak lanjut bersama untuk pelaksanaan.

“Program kota tanpa kumuh merupakan program kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, swasta dan pemangku kepentingan lainnya, yang dimulai dari tahun 2017 sampai dengan 2019,” ungkapnya.

Gendrayana juga berharap melalui kegiatan lokakarya ini, peran kelompok kerja perumahan dan kawasan permukiman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya makin meningkat, serta meningkatkan peran serta swasta penurunan luas kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Bengkalis, khsususnya di Kecamatan Bengkalis, Mandau dan Kecamatan Bathin Solapan.#DISKOMINFOTIK

 


Tulis Komentar