T Jeckie Adrian dan Widi Ariandani:

Bupati Amril Bakal Jadi Irup Proses Pernikahan Dharma Astha Brata Putra Kepala BKPP

Teks foto: T Jeckie Adrian dan Widi Ariandani (Repro)

BENGKALIS – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bengkalis (BKPP) HT Zainuddin, hari ini, Kamis, 3 Oktober 2019, mengelar resepsi pernikahan putranya T Jeckie Adrian.

Repsesi pernikahan tersebut digelar di kediaman pribadinya jalan Kelapapati Darat, Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis.

Jeckie yang merupakan Alumni STPDN Jatinangor, Jawa Barat adalah putra HT Zainuddin dan Hj Irdayani.

Dia mempersunting Widi Ariandani (Widi) yang merupakan buah hati pasangan Arifin D (Alm) dan Asnani.

Keduanya melangsungkan akad nikah pada Ahad, 22 September 2019 lalu, di Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Sebagai alumni STPDN, proses pernikahan Jeckie dan Widi juga menggunakan upacara kesatuan Korps Praja STPDN, yang disebut prosesi pernikahan Purna Praja Dharma Astha Brata.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin dijadwalkan hadir dan menjadi Irup (inspektur upacara) pada Purna Praja Dharma Astha Brata Jeckie dan Widi yang akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB nanti.

“Bupati akan bertindak sebagai Irup pada prosesi Purna Praja STPDN pernikahan anak Bapak T Zainuddin pukul 10.00 WIB, demikian sekilas info”, jelas Kabag Umum Setda Bengkalis H Alfakhurrazy.

Informasi itu disampaikan Alfakhurrazy kepada Kadis Kominfotik Johansyah Syafri melalui layanan aplikasi WhatsApp (WA), kemarin malam, Rabu, 2 Oktober 2019, pukul 23.08 WIB.

Formasi Bintang Satu

Prosesi ini merupakan tradisi Korps Praja STPDN dalam mengantar sekaligus memberikan penghormatan kepada Purna Praja yang akan melangkah memasuki lembaran kehidupan rumah tangga.

Prosesi ini akan membentuk formasi Bintang Asta Brata yang merupakan simbol bagi seseorang pemimpin berjiwa Pamong Praja.

Pernikahan Praja Muda Dharma Asta Brata memiliki arti, bahwa prosesi ini sebagai symbol pembekalan bagi purna praja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang berlaku dengan jiwa Asta Brata.

Asta Brata merupakan wejangan atau nasihet yang berisikan delapan laku, delapan perbuatan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin berjiwa Pamong Praja.

Purna Praja dituntut menyelami antara lain watak matahari yang memberikan kehidupan, watak Bulan yang menerangi, watak Bintang yang menjadi pedoman arah, dan watak Angin yang senantiasa bergerak.

Kemudian, watak Mendung yang berwibawa, watak Api yang memberikan semangat, watak Samudera yang berpandangan luas dan watak Bumi yang memberikan kemakmuran. ##DISKOMINFOTIK


Tulis Komentar