Pencarian

Orasi Ilmiah Polbeng: Wabup Bagus Santoso Bawa Sinergi Tiga Pilar dan Tiga Instruksi Hadapi Tantangan Kerja

BENGKALIS – Wakil Bupati Bengkalis, Dr. Bagus Santoso, memaparkan strategi komprehensif untuk memotong mata rantai pengangguran intelektual dalam Orasi Ilmiahnya pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Sabtu 17 Oktober 2026.

Di hadapan 920 wisudawan, Bagus Santoso menegaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan hanya bisa diselesaikan melalui sinergi kokoh dari tiga elemen utama yang bergerak simultan, yakni perguruan tinggi, pemerintah, dan mahasiswa. Menurutnya, mencegah kampus menjadi pabrik pengangguran bukan lagi tugas satu pihak saja, melainkan kerja ekosistem terpadu yang melibatkan regulasi ketat pemerintah, kesiapan program institusi kampus, serta agresivitas individu mahasiswa itu sendiri.

Ketangguhan dan perluasan kapabilitas Polbeng yang disaksikan saat ini dinilai tidak lepas dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Bengkalis sejak kampus ini mulai dirintis pada tahun 2000 di masa kepemimpinan Bupati Fadlah Sulaiman, dan diteruskan secara berkesinambungan oleh Bupati Syamsurizal. Investasi jangka panjang dari para tokoh daerah tersebut kini membuahkan hasil masif. Polbeng telah berkembang pesat dengan memiliki 22 Program Studi (Prodi) aktif, mengoperasikan 3 kampus, serta sukses mencetak lebih dari 8.000 orang lulusan. 

Guna memperluas akses pendidikan vokasi secara merata, Polbeng saat ini bahkan tengah bersiap menambah satu kampus baru lagi di Duri serta mematangkan rencana pembukaan Program S2 (Pascasarjana)demi mendongkrak mutu SDM ke tingkat tertinggi.

Membahas pilar pertama, Bagus Santoso menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bertindak sebagai motor penggerak utama dalam penyelarasan kurikulum (link and match) yang diintegrasikan langsung dengan kebutuhan dunia industri dan tren teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (AI), data science, dan energi hijau. Pusat Karir (Career Center) di kampus harus diaktifkan sejak semester awal untuk bimbingan portofolio dan pelatihan kerja, dibarengi ekspansi program magang wajib yang berkualitas dan bersertifikat. 

Sebagai implementasi nyata dari penguatan karir global ini, Dr. Bagus Santoso yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Yayasan Jawa Tengah Nusantara (YJTN), mendampingi Ketua Umum YJTN KRAT. Dr. (C) H. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, M.M. dengan Dewan Pembina Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) H. Sutiyoso (Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Kepala BIN yang akrab disapa Bang Yos) secara resmi menawarkan kerja sama eksklusif berupa Program Magang di Luar Negeri ke Taiwan Periode 2026 dengan durasi 6 bulan hingga 1 tahun. 

Melalui peluang emas ini, mahasiswa Polbeng tidak hanya mendapatkan portofolio kerja berstandar internasional, melainkan juga berhak mendapatkan uang saku bulanan serta fasilitas bonus tambahan jika bersedia mengambil kerja lembur (overtime) sesuai kebutuhan industri di Taiwan.

Selanjutnya pada pilar kedua, pemerintah menempati posisi sentral sebagai fasilitator regulasi dan investasi yang berkewajiban mendongkrak sektor padat karya berteknologi tinggi serta hilirisasi komoditas guna menyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi secara optimal. Sektor industri yang aktif menampung mahasiswa magang dan riset lokal juga harus diberi stimulus konkret berupa insentif pajak oleh pemerintah. 

Dari sisi tata kelola makro pendidikan, pemerintah daerah dan pusat dituntut memperketat pengawasan mutu dengan membatasi pembukaan prodi yang pasarnya sudah jenuh dan secara agresif mendorong pembukaan prodi masa depan yang relevan.

Sementara pada pilar ketiga, mahasiswa dituntut bertindak sebagai agen yang proaktif dan mandiri dengan menggeser orientasi dari sekadar pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) berbasis ekonomi digital. Pembentukan karakter wirausaha, pembangunan rekam jejak portofolio yang diakui industri melalui organisasi atau proyek freelance, serta komitmen terhadap semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning) dengan berburu sertifikasi profesi di luar kelas kuliah menjadi kunci mutlak bagi mahasiswa untuk memenangkan persaingan pasar kerja modern.

Langkah perluasan karir global ke Asia Timur ini menjadi pelengkap komitmen daerah, di mana kualitas lulusan Polbeng sebelumnya telah diakui keandalannya oleh raksasa industri nasional seperti PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di sektor migas, PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), pusat manufaktur Batam, hingga menembus pasar kerja internasional di Rumania, Eropa. 

Merespons tawaran program luar negeri tersebut, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Ir. Johny Custer, S.T., M.T. menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil Bupati Bagus Santoso dan YJTN. Pihak manajemen Polbeng menegaskan akan bergerak cepat melakukan tindak lanjut administratif dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan YJTN dalam waktu dekat agar program periode 2026 ini segera terealisasi.

Di akhir orasinya, Bagus Santoso menitipkan tiga instruksi strategis sebagai bekal fundamental bagi 920 wisudawan. Lulusan Polbeng diinstruksikan memiliki pola pikir solutif dengan menjadi profesional pembawa solusi konkret bagi industri alih-alih sekadar pemohon lowongan kerja, memiliki ketangkasan teknologi agar selalu siap beradaptasi dengan lompatan kecerdasan buatan melalui sertifikasi keahlian berkelanjutan, serta memegang teguh komitmen jati diri dengan senantiasa menjaga benteng moralitas, ketajaman soft skills, serta marwah keluarga dan almamater. 

Orasi ilmiah berwibawa ini kemudian ditutup manis dengan penyampaian bait pantun motivasi khas Melayu yang membakar semangat seluruh hadirin di dalam gedung wisuda. #DISKOMINFOTIK

 

Tim Redaksi