MENU TUTUP
Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:56:33 WIB - Dibaca: 98 kali

TNI Hadir Rakyat Kuat, Sinergi Kodim 0303/Bengkalis Merajut Asa dari Pelosok Desa

BENGKALIS - Bagi Dandim 0303/Bengkalis, Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos., M.IP., sebuah jembatan yang melintasi sungai di pelosok desa bukanlah sekadar susunan rangka besi, adukan semen, atau hamparan beton yang dingin. Di balik setiap pasak yang tertanam, ada denyut kehidupan warga, anak-anak sekolah yang mengejar cita-cita, para petani yang memikul hasil panen, hingga ibu hamil yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.

"Di balik sebuah jembatan ada kehidupan masyarakat. Jadi, ketika sebuah jembatan dibangun, yang kita harapkan bukan hanya bangunannya berdiri, tetapi akses masyarakat menjadi lebih mudah dan kehidupan mereka menjadi lebih baik," ujar Letkol Haris dengan suara tenang namun berbobot.

Ketegasan yang menyatu dengan kehangatan itu terungkap dalam Podcast bertajuk "TNI Hadir, Rakyat Kuat" yang dipandu oleh Haliyun Naim atau yang akrab disapa Baim di Markas Kodim 0303 Bengkalis, Jumat 14 Agustus 2026.

Diskusi berdurasi hangat tersebut menghadirkan dua perspektif yang saling menguatkan, komitmen teritorial TNI AD dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Syahruddin, SH, MM.

Acara ini turut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat daerah, seperti Kepala Bappeda Rinto, Kepala DPMD Ismail, Sekretaris Disbun Dahen Tawakal, serta Sekretaris Dinas Sosial Eji Marlina.

Tugas teritorial TNI di wilayah kepulauan seperti Bengkalis dan Kepulauan Meranti menyimpan tantangan tersendiri. Dari persoalan keterbatasan air bersih melalui program Manunggal Air (sumur bor), rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pendampingan petani demi ketahanan pangan, hingga ancaman rutin Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta stunting.

Namun, menurut Letkol Haris, kunci utama dari penyelesaian berbagai persoalan tersebut berada pada pundak para prajurit Babinsa yang saban hari berbaur dengan warga di desa dan kelurahan.

"Kodim memiliki Babinsa yang berada di desa dan kelurahan. Mereka berinteraksi setiap hari, sehingga tahu betul apa yang dirasakan masyarakat. TNI tentu tidak bisa menyelesaikan semuanya sendiri, tetapi kita bisa menjadi bagian dari solusi dengan merajut koordinasi dan gotong royong," tutur Dandim.

Saat membahas program perbaikan rumah tidak layak huni, bagi prajurit Kodim 0303/Bengkalis, membedah rumah warga bukan cuma soal memberikan atap yang bebas dari bocor, melainkan mengembalikan martabat dan menghadirkan rasa aman bagi sebuah keluarga.

Begitu pula dalam penanganan Karhutla dan ketahanan pangan. Prajurit TNI hadir bukan untuk menggantikan peran dinas pertanian atau menjadi pahlawan tunggal, melainkan hadir sebagai jembatan yang menghubungkan petani dengan instansi teknis, sembari terus melakukan patroli bahaya kebakaran agar api tak sempat menyala.

Di mata Letkol Haris, publikasi atas berbagai kegiatan teritorial ini juga bukan sarana untuk menonjolkan siapa yang paling berjasa.

"Publikasi itu penting untuk edukasi. Tapi jangan sampai publikasi hanya berbicara tentang siapa yang paling terlihat. Yang ingin kita tampilkan adalah proses dan manfaatnya bagi masyarakat," tegasnya.

Pandangan ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Staf Ahli Bupati, Syahruddin, SH, MM, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi jajaran Kodim 0303/Bengkalis yang tak kenal lelah hadir di tengah kesulitan warga.

"Jangan pernah berpikir bahwa persoalan daerah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, atau TNI-Polri saja. Masyarakat adalah bagian terpenting dari pembangunan itu sendiri," ujar Syahruddin mengutip pesan Bupati.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemkab Bengkalis siap memperkuat kolaborasi. Ketika pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, persoalan berat akan terasa jauh lebih ringan.

Podcast yang berlangsung dinamis ini ditutup dengan sebuah pesan sederhana namun mendalam bagi seluruh masyarakat Bengkalis dan Kepulauan Meranti yakni menghidupkan kembali roh gotong royong.

Kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan yang terpatri di dinding-dinding markas, melainkan sebuah ikatan batin yang hidup. Sebab dari rakyatlah prajurit berasal, dan untuk kesejahteraan rakyat jua mereka berbakti.

Siti Rohani, S.IP
     

[Ikuti Terus Diskominfotik Bengkalis Melalui Sosial Media]







Diskominfotik Bengkalis
di Google+



Diskominfotik Bengkalis
di Instagram
TULIS KOMENTAR +
Baca Juga +