MENU TUTUP
Ahad, 21 Juni 2026 | 13:55:48 WIB - Dibaca: 78 kali

Wadir I Polbeng Buka dan Lepas Parade Budaya Nusantara, Implementasi Nyata Projek MKWK

BENGKALIS – Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Negeri Bengkalis, Ir. Romadhoni, secara resmi membuka dan melepas kegiatan Parade Budaya Nusantara yang dilaksanakan di SD Negeri 4 Bengkalis, Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan luaran Projek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang melibatkan mahasiswa semester genap dari seluruh jurusan di Politeknik Negeri Bengkalis.

Parade Budaya Nusantara menampilkan keberagaman budaya Indonesia melalui peragaan pakaian adat, tradisi, dan kearifan lokal yang diperagakan oleh siswa-siswi sekolah dasar dari lebih dari 10 sekolah di Kecamatan Bengkalis. Selain parade budaya, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan permainan rakyat seperti galah panjang, congklak, enggrang, kaki anggau, lomba menggambar budaya, serta sejumlah permainan tradisional lainnya.

Dalam sambutannya, Romadhoni menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta pendidikan karakter yang menanamkan semangat kebangsaan, budi pekerti, dan persatuan.

“Projek MKWK dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui Parade Budaya Nusantara ini, kita belajar menghargai keberagaman sebagai kekuatan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu mengemas kegiatan edukatif tersebut menjadi sebuah perhelatan budaya yang menarik dan melibatkan masyarakat.

“Ini membuktikan bahwa mahasiswa vokasi tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang baik. Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat dikolaborasikan dengan pelaku UMKM dan sektor pariwisata Kabupaten Bengkalis,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Mata Kuliah MKWK Politeknik Negeri Bengkalis, Khairul Saleh, menjelaskan bahwa projek tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari riset budaya, penyusunan konsep, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Menurutnya, tujuan utama projek ini adalah membentuk karakter mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan, mampu bekerja sama dalam tim yang beragam, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.

Ketua Kelompok 3 Projek MKWK, Muhammad Dhafa, mengatakan bahwa Parade Budaya Nusantara bukan sekadar menampilkan kostum adat, tarian, maupun perlombaan permainan rakyat, tetapi merupakan wujud implementasi nilai-nilai yang dipelajari dalam mata kuliah wajib kurikulum.

“Melalui projek ini kami belajar bahwa toleransi tidak cukup dihafal, tetapi harus dipraktikkan. Gotong royong tidak cukup dibaca dalam buku, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kami juga mengangkat permainan rakyat Bengkalis seperti galah panjang, congklak, main statak, lempar kasut, serta lomba menggambar budaya karena kami yakin dari permainan sederhana tersebut lahir nilai sportivitas, kejujuran, dan kebersamaan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Negeri 4 Bengkalis, Silvia Gaiatri, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada SD Negeri 4 Bengkalis sebagai tuan rumah Parade Budaya Nusantara. Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk turut menyukseskan kegiatan yang sangat penting dalam melestarikan budaya daerah serta memperkuat karakter generasi muda,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta maupun masyarakat yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan, kecintaan terhadap budaya lokal, serta semangat persatuan dapat terus tertanam dalam diri generasi muda sebagai penerus bangsa.

Turut hadir para kepala sekolah, guru pendamping dari sekolah peserta, dewan juri, serta sejumlah undangan lainnya. Dewan juri yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Datuk Farinsyah Putra dan Datuk Irmansyah dari LAMR Bengkalis, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Internasional Politeknik Negeri Bengkalis Wan Junita Raflah, dosen Politeknik Negeri Bengkalis Ridho Kemas, serta tamu undangan lainnya.#DISKOMINFOTIK

Hurriagustianri, S.ST, MT
     

[Ikuti Terus Diskominfotik Bengkalis Melalui Sosial Media]







Diskominfotik Bengkalis
di Google+



Diskominfotik Bengkalis
di Instagram
TULIS KOMENTAR +
Baca Juga +