MENU TUTUP
Ahad, 10 Mei 2026 | 20:34:19 WIB - Dibaca: 52 kali

Haul Tuan Syekh Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi, Pengingat Perjuangan Ulama Penyebar Islam di Mandau dan Sekitarnya

PINGGIR – Dalam rangka mengenang jasa ulama penyebar agama Islam, panitia menggelar haul Tuan Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi yang dipusatkan di Gubah atau komplek pemakaman beliau di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Minggu, 10 Mei 2026.

Kegiatan haul berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa serta para jamaah tarekat dari berbagai daerah di Kabupaten Bengkalis dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, takhtim dan doa bersama, kemudian dilanjutkan pembacaan manaqib yang mengisahkan riwayat hidup serta perjuangan Tuan Syekh dalam menyebarkan ajaran Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Mandau, Pinggir, Talang Muandau hingga daerah sekitarnya.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sambutan serta penyampaian kesan dan kenangan oleh para tokoh agama dan masyarakat yang mengenal sosok Tuan Syekh, sebelum ditutup dengan makan bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan silaturahmi.

Ketua Panitia Haul Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi, H. Zulfan Efendi, S.Sos menyampaikan bahwa Allahyarham Tuan Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi merupakan seorang guru tarekat yang lahir pada tahun 1878 dan wafat pada 7 Mei 1960.

Beliau merupakan murid dari Tuan Syekh Al-Masaih Abdurrahman Kota Intan, yang juga murid langsung dari Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, Guru Besar Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia yang berkedudukan di Basilam Langkat, Sumatera Utara.

“Haul ini memperingati 66 tahun wafatnya Tuan Syekh Imam Sabar sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berjasa besar dalam perkembangan Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di Kecamatan Mandau, Pinggir, Talang Muandau dan sekitarnya,” ujar Zulfan yang juga menjabat Ketua DPH LAMR Kecamatan Mandau.

Ia berharap masyarakat dapat terus melanjutkan dan mempertahankan perjuangan para ulama dalam mengembangkan syiar Islam serta menjaga nilai-nilai persatuan dan ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, perwakilan kepala desa sekitar, Akhyar Mukmin mengatakan bahwa Tuan Syekh H. Imam Sabar merupakan ulama besar Naqsyabandiyah di wilayah Mandau yang pada masa itu masih berada dalam wilayah Kerajaan Siak Sri Indrapura.

“Beliau banyak berjasa dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau dan sekitarnya. Haul ini bertujuan mengingatkan kita terhadap perjuangan para ulama dalam penyebaran agama Islam,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda harus mengenal sejarah perjuangan para ulama terdahulu dan meneladani akhlak serta semangat dakwah yang diwariskan.

“Haul ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga warisan perjuangan ulama terdahulu. Semoga nilai perjuangan, persatuan dan dakwah yang diwariskan Tuan Syekh terus hidup di tengah masyarakat,” tuturnya.

Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Camat Pinggir Zama Riko Dakanahay yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Tuan Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi merupakan sosok ulama besar yang meninggalkan jejak perjuangan luar biasa bagi masyarakat Mandau dan sekitarnya.

“Beliau bukan hanya menyebarkan agama Islam, tetapi juga membangun persatuan umat serta menanamkan nilai-nilai akhlak dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Zama Riko.

Ia juga mengajak generasi muda agar tidak melupakan sejarah para ulama yang telah berjasa membangun daerah melalui jalur dakwah dan pendidikan.

“Kita berharap haul ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meneladani perjuangan beliau, menjaga ukhuwah, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan,” pungkasnya.

Diketahui, sebelum wafat, Tuan Syekh Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi telah menyiapkan tiga murid utama untuk melanjutkan perjuangan dan mengembangkan Tarekat Naqsyabandiyah di berbagai wilayah.

Ketiga murid tersebut yakni Tuan Syekh Usman bin Syekh Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi yang melanjutkan dakwah di wilayah Balai Pungut, Mandau Perairan hingga Siak Sri Indrapura, Syekh H. Zakaria bin Syekh Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi yang mengembangkan dakwah di wilayah Kandis, Belutu dan Minas, serta Syekh H. Muhammad Yusuf bin Mel yang melanjutkan perjuangan dakwah di wilayah Muara Basung, Tengganau, Pinggir, Penaso dan sekitarnya.#DISKOMINFOTIK

Siti Rohani, S.IP
     

[Ikuti Terus Diskominfotik Bengkalis Melalui Sosial Media]







Diskominfotik Bengkalis
di Google+



Diskominfotik Bengkalis
di Instagram
TULIS KOMENTAR +
Baca Juga +