AJEK

Ajek sinonimnya konsisten.

Konsisten artinya tetap (tidak berubah-ubah); taat asas.

Kata lain yang sama maknanya adalah istikamah.

Kata istikamah atau istiqmah berasal dari bahasa Arab. Yakni, istiqama, yastaqimu, istiqamah. Artinya tegak lurus.

Menurut istilah, istikamah adalah tetap dalam pendirian, yaitu ketetapan hati untuk selalu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang baik atau berketetapan hati, tekun, dan terus-menerus menggiatkan usahanya untuk mencapai cita-citanya.

Dalam Islam, istikamah secara spesifik adalah sebuah komitmen dan konsisten dalam tauhid, ibadah, dan akhlak.

Islam, agama yang kami yakini, memang mengajarkan umatnya untuk ajek.

Mengajarkan pemeluknya tak pernah goyah karena badai kehidupan. Tak mudah goyah karena bencana dan kejadian apa pun.

Islam mengajarkan pemeluknya, baik itu dalam keadaan gembira, sedih, ditimpa kesulitan, atau mengalami berbagai kemudahan, tak boleh berubah. Harus selalu ajek.

Seorang Muslim yang ajek, selain bekerja, berusaha, dan berpendirian tetap, juga tidak suka bermalas-malasan. Apalagi meremehkan pekerjaan.

Ia memegang standar kelayakan dalam bekerja. Salah satu ukuran utamanya adalah kepuasan batin.

Jika menjadi tuan, ia tak berbuat aniaya terhadap orang-orang yang berbuat aniaya kepadanya.

Bila menjadi pekerja, ia akan senantiasa bekerja ikhlas.

Setiap pekerjaan yang diamanahkan padanya diselesaikannya sampai tuntas dan berkualitas.

Ianya ajek dalam kebenaran dan keadilan. Tidak menipu apalagi curang.

Ia pun tak menyakiti orang lain dalam setiap keadaan.

Allah Swt, dalam Quran surat Al-Ahzab Ayat 58, berfirman, yang artinya, “Dan mereka yang menyakiti orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, padahal mereka tak melakukan apa-apa, maka mereka benar-benar telah melakukan dusta dan dosa yang nyata.”

Semoga, sebagai umat Rasulullah Saw., kita senantiasa menjadi orang yang ajek untuk melaksanakan kewajiban amar makruf nahi mungkar.

Atau, setidaknya mau dan terus belajar, bejalar dan belajar untuk itu.

Sebab, kata sebuah peribahasa lama, “Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut”.

Semoga.

Amin!

Wallahualam bishawab. #####


Opini Lainnya

BEJALAR DARI HUJAN

TENANG

TERIMA KASIH

DENDAM TAK SUDAH

Tulis Komentar