DENDAM TAK SUDAH

Dendam Tak Sudah.

Ada dua hal berkaitan dengan tiga kata di atas. Tanjak dan danau.

Dendam Tak Sudah, selain menjadi salah satu jenis tanjak, juga menjadi nama danau.

Danau Dendam Tak Sudah ada di Provinsi Bengkulu.

Danau yang memiliki luas keseluruhan 559 ha dan luas permukaan 68 hektare ini, berlokasi di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

Namun tulisan ini tak akan membahas tentang tanjak dan danau Dendam Tak Sudah dimaksud.

Dendam adalah berkeinginan keras untuk membalas (kejahatan dan sebagainya).

Meskipun tak pernah melakukannya, dalam diri seseorang, utamanya yang pernah tersakiti hatinya, setidaknya pernah tebersit rasa dendam.

Walau mungkin boleh dikatakan lumrah atau manusiawi, Islam, agama yang kami yakini, yang mengajarkan umatnya menjunjung tinggi keluhuran akhlak, melarang dendam.

Selain menuntun supaya menghindari pertengkaran dalam bentuk apa pun, bentuknya, juga melarang keras pemeluknya dendam dalam hati manakala dia disakiti orang lain.

Mengapa Islam melarangnya?

Karena dendam adalah perilaku buruk. Siapa yang melakukannya berarti lebih buruk dari yang menyebabkan munculnya dendam.

''Barangsiapa meninggalkan pertengkaran sedang ia salah, maka akan dibangunkan untuknya rumah di sekitar surga. Dan barangsiapa meninggalkan pertengkaran padahal ia benar, maka akan dibangun untuknya rumah di lantai tengah surga, sedang barangsiapa yang membaguskan akhlaknya, akan dibangun baginya rumah di tingkat paling atas surga'' (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi).

Rasulullah Saw. memang merupakan seorang pembina mental spiritual manusia nomor wahid. Tiada tanding yang sebanding.

Beliau menekankan agar kita sebagai umatnya senantiasa menjauhi segala bentuk pertengkaran, baik dalam posisi benar maupun salah.

Beliau juga selalu berjiwa besar dan berlapang dada dalam menyelesaikan setiap perselisihan agar tidak timbul dendam yang berkepanjangan.

Dalam kesempatan lain beliau bersabda, ''Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci Allah ialah yang paling gigih dalam permusuhan'' (HR Bukhari dan Muslim).

Ingin rumah di sekitar surga, di lantai tengah surga atau di tingkat paling atas surga, maka hilangkanlah segala bentuk dendam di hari. Apalagi dendam tak sudah.

Dendam tak sudah bukan milik orang yang cerdas.

Orang cerdas, sebagaimana diteladankan Nabi Besar Muhammad Saw., akan selalu menjadikan sabar dan maaf sebagai disinfektan untuk membunuh dendam.

Wallahualam bishawab! #####

Bengkalis, 6 Juni 2020


Opini Lainnya

BEJALAR DARI HUJAN

TENANG

TERIMA KASIH

AJEK

Tulis Komentar