Jumat, 25 Oktober 2019 | 19:47:35 WIB | Dibaca : 543 Kali

Jangan Seremonialnya:

Kadis Johansyah: Menulis Berita Itu Mudah, Asal Mau Belajar Siapapun Bisa

Editor : Dani Syofian, AMP - Reporter : Haliyun Naim - Fotografer : Haliyun Naim
Kadis Johansyah: Menulis Berita Itu Mudah, Asal Mau Belajar Siapapun Bisa Teks foto: Asha dan Chandra, petugas publikasi Pemerintah Kecamatan Bantan belajar menulis berita di Diskominfotik, Jumat, 25 Oktober 2019.

BENGKALIS -- Menulis berita itu mudah. Asal mau belajar dan terus bejalar, semua orang dengan latar belakang apapun pasti bisa menulis berita dengan baik dan benar.

Kalimat motivasi itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri kepada kepada Halja Mahera dan Chandra Kurniawan, Jumat, 25 Oktober 2019.

Asya begitu Halja Mahera akrab dipanggil dan Chandra adalah petugas publikasi Pemerintah Kecamatan Bantan.

Kedua datang ke Diskominfotik mendapat tugas khusus dari Camat Bantan Supandi dan Sekretaris Kecamatan Taufik Hidayat dalam rangka belajar bagaimana menulis sebuah informasi atau berita.

Hari ini merupakan hari kedua mereka “berguru” menulis sebuah informasi atau berita di Diskominfotik.

Jika kemarin, Kamis, 24 Oktober 2019, keduanya mendapat bimbingan di ruang Sekretaris Diskominfotik, hari ini mereka belajar menulis berita di ruang Kasubbag Umum dan Kepegawaian.

Dikatakan Johan kepada Asha dan Chandra, menulis berita itu tak ubahnya membuat dinding rumah. Perlu batu bata yang banyak. Tak bisa hanya dengan satu atau dua batu bata.

“Agar berita itu informatif, selain harus menguasasi banyak kosa kata Bahasa Indonesia, maka informasi yang akan ditulis dalam sebuah kegiatan sosialisasi misalnya, juga harus digali sebanyak mungkin. Semakin banyak informasi yang dikuasai, semakin mudah untuk menuliskannya”, pesan Johan.

Bukan Seremonialnya

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Diskominfotik H Adisutrisno.

Menurut anak jati diri Kecamatan Bantan asal Desa Papal ini, yang harus dijadikan bahasan utama dalam penulisan berita adalah apa yang menjadi inti dari kegiatan atau peristiwa tersebut.

“Intisarinya. Bukan seremonialnya. Jika seremonialnya yang dikedepankan, beritanya tidak seksi. Bila dijadikan judul, tidak menarik untuk dibaca”, jelas Adisutrisno.

Misalnya, sambungnya, ketika membuka kegiatan sosialiasi, Camat Bantan mengatakan seluruh Kepala Desa harus memahami peraturan perundang-undangan.

“Pernyataan Camat Bantan itu yang dijadikan inti dan judul berita. Bukan camat Bantan membuka kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan”, terang Adisutrisno kepada Asha dan Chandra.

Setelah dua hari digembleng Kadis Johan dan Sekretaris Adisutrisno, Asha dan Chandra kian memahami bagaimana cara menulis sebuah berita informasi.

Keduanya mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari Kadis Johan dan Sekretaris Adisutrisno selama dua hari yang mereka terima tersebut.

Namun demikian, baik Asha maupun Chandra tetap berharap bimbingan serupa ke depannya tetap dapat diberikan untuk mereka.

“Kalau memang ada kesulitan, datang kembali ke sini. Dengan senang hati akan kami bantu. Atau kalau memang tidak ada waktu, bisa berkomunikasi melalui WA (WhatsApp)”, ujar Kadis Johan dan Sekretaris Adisutrisno, senada.

Di bagian lain, baik Kadis Johan maupun Sekretaris Adisutrisno mengatakan, siap menerima petugas publikasi dari Perangkat Daerah manapun di Pemkab Bengkalis yang ingin belajar menulis berita atau informasi di Diskominfotik.

Sekedar informasi, baik Kadis Johan maupun Sekretaris Adisutrisno, sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil, keduanya sama-sama pernah berprofesi sebagai wartawan di media tertiban Riau.  ##DISKOMINFOTIK