Selasa, 17 September 2019 | 19:42:20 WIB | Dibaca : 235 Kali

Ketua Alzi Bengkalis Tantri: Jangan Maklum dengan Pikun, Kurangi Risiko Pikun dengan CERDIK

Editor : Achyan, SE - Reporter : Haliyun Naim - Fotografer : Haliyun Naim
Ketua Alzi Bengkalis Tantri: Jangan Maklum dengan Pikun, Kurangi Risiko Pikun dengan CERDIK Teks foto: Peserta Seminar Awam foto bersama Pengurus Alzi Indonesia Wilayah Bengkalis dan narasumber

BENGKALIS - Alzheimer Day atau Hari Alzheimer Sedunia diperingati setiap tanggal 21 September. Tidak hanya sebagai sebuah perayaan, tapi juga perlu meningkatkan kesadaran akan penyakit ini.

Ketua Alzheimer Indonesia Wilayah Bengkalis Ners Diah Tantri mengungkapkan saat ini masih banyak orang tidak tahu apa itu penyakit Alzheimer. Karena itu, gejala awal penyakit Alzheimer pun jarang disadari oleh orang-orang.

Untuk pertama kalinya, bulan Alzhimer sedunia diperingati di Kabupaten Bengkalis, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan salah satunya Seminar Awam dengan tema “Mari Bicara Tentang Pikun”.

“Dalam seminar ini disampaikan apa itu pikun dan bagaimana pencegahannya, kemudian juga disampaikan 10 gejala umum terserang penyakit pikun,” terang Tantri, 17 September 2019.

Seminar ini, kata Tantri menjadi sarana penyebaran informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit Demensia Alzheimer/Pikun, bagaimana mencegahnya sekaligus menyadarkan masyarakat khususnya keluarga dengan lansia betapa pentingnya berolahraga.

Seminar digelar di gedung serbaguna Kantor Camat Bengkalis, diikuti 165 orang peserta, meliputi perwakilan PKK kecamatan, PKK desa dan kelurahan serta kader posyandu lansia.

Narasumber seminar berasal dari Persatuan Dokter Saraf Indonesia (Perdosi) Bengkalis, dr Nila Dwi Wati dan dr Yuri Zarita Khairi, keduanya juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Alzi Bengkalis.

Selaras dengan jargon Alzi, Tantri menegaskan agar masyarakat jangan maklum dengan pikun dan mengurangi risiko pikun dengan CERDIK.

CERDIK dimaksud adalah, Cek kesehatan rutin, termasuk cek fungsi otak, Enyahkan asap rokok, Rutin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup 7-8 jam perhari, Kelola stres dan bersosialisasi.#DISKOMINFOTIK